Jumat, 07 Februari 2014

Modul Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Lengkap

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri skbdn 300x198


 


  1. memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima, mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima;

  2. memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan negosiasi wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen, sepanjang SKBDN dipenuhi.

atau dengan pengertian lain
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local, adalah instrument yang dikeluarkan oleh bank (Issuing Bank), atas permintaan Applicant (buyer/pembeli) yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada penerima atau Beneficiary (atau penjual/seller) apabila Issuing Bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat SKBDN. SKBDN dipergunakan untuk mendukung transaksi perdagangan di dalam negeri. Bank besar di Indonesia seperti Bank Mandiri, dapat melayani kebutuhan baik dari sisi Pembeli (Buyer) maupun Penjual (Seller).


Ketentuan yang mendasari SKBDN adalah PBI No. 5/6/PBI/2003 tanggal 2 Mei 2003


Peraturan Bank Indonesia No. 5/6/PBI/2003 tanggal 2 Mei 2003; aturan Bank Indonesia yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)


  1. SKBDN harus secara tegas menyebutkan nama “Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri”

  2. SKBDN dan perubahannya tuntuk pada PBI No. 5/6/PBI/2003 tanggal 2 Mei 2003

  3. Bank, Pemohon, dan Penerima berkedudukan di dalam negeri.

  4. Untuk transaksi perdagangan barang

  5. Dalam hal transaksi perdagangan barang terkait dengan transaksi perdagangan jasa yang tidak dapat dipisahkan, nilai barang > nilai jasa

  6. SKBDN hanya dalam bentuk Irrevocable

  7. Masa berlaku SKBDN dan tenor pembayaran atas kesepakatan antara Pemohon dan Bank Pembuka.

  8. Bahasa yang digunakan bahasa Indonesia, dan jika tidak dapat dihindari dapat dibuat dalam bahasa Inggris

  9. SKBDN tidak dapat dijadikan master untuk membuka LC ke luar negeri

  10. Tagihan SKBDN berjangka dapat dijadikan agunan untuk menerbitkan LC ke luar negeri sepanjang wesel yang diterbitkan atas dasar SKBDN sudah diaksep oleh Bank Pengaksep

Mekanisme alur dari SKBDN dapat dilihat pada gambar dibawah ini:


 Mekanisme surat kredit berdokumen dalam negeri skbdn tunai


 


 


Mekanisme surat kredit berdokumen dalam negeri skbdn berjangka


 


 


Mekanisme surat kredit berdokumen dalam negeri skbdn tunai sama


Perpindahan Barang


  1. Perpindahan barang dilakukan di dalam negeri

  2. Perpindahan barang dapat dilakukan ke luar negeri sepanjang SKBDN diterbitkan a/d Master LC atau non LC untuk tujuan ekspor

Valuta SKBDN


  1. Dalam mata uang Rupiah

  2. Dalam Valuta Asing sepanjang SKBDN terkait dengan perdagangan internasional

Ketentuan SKBDN dalam Valuta Asing


  1. Untuk pembelian barang di dalam negeri terkait dengan produksi untuk tujuan ekspor

  2. Untuk pembelian barang di dalam negeri mengandung komponen impor untuk keperluan perdagangan dalam negeri maupun tujuan ekspor.

SKBDN Terbit


SKBDN yang dikeluarkan oleh bank seperti Bank Mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai fasilitas yang disediakan. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan SKBDN yaitu dengan menggunakan dana nasabah, baik berupa dana tunai,/blokir rekening/blokir deposito, sebagai Setoran Jaminan. Jika anda ingin menerbitkan SKBDN pilihlah bank-bank besar yang sudah terpercaya seperti Bank Mandiri, Bank BRI atau Bank BNI, karena akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda.


Manfaat yang anda peroleh jika mengajukan SKBN dari Bank yang sudah terpercaya (bertaraf Internasional) adalah
Memeriksa bahwa seluruh persyaratan dokumen yang tercantum dalam SKBDN terpenuhi.
Melindungi proses settlement transaksi Anda.
Meningkatkan bonafiditas Anda karena SKBDN yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional.


SKBDN Terima
Pada transaksi perdagangan dengan SKBDN, terdapat tenggang waktu antara presentasi dokumen dengan penerimaan pembayaran dari Issuing Bank. Bank besar memungkinkan anda mendapatkan fasilitas Bill Purchasing, sehingga  memungkinkan Anda memperoleh pembayaran segera setelah presentasi dokumen sehingga akan meningkatkan efisiensi Cash Flow Anda.


Bill Purchasing adalah pengambilalihan dokumen atau draft atas dasar SKBDN yang harus dibayar oleh Issuing Bank. Bill Purchasing ini dapat dilakukan baik untuk SKBDN yang bersifat Sight (Atas Unjuk) maupun Usance (Berjangka) dengan hak regres (with recourse).


Manfaat yang anda peroleh jika Menerima SKBN dari Bank yang sudah terpercaya (bertaraf Internasional) adalah


  1. Membantu pengembangan usaha Anda karena proceeds yang Anda peroleh dapat segera Anda gunakan untuk kebutuhan bisnis Anda.

  2. Meningkatkan daya saing Anda dimata counter party dengan menawarkan penundaan pembayaran tanpa mengganggu Cash Flow Anda.

  3. Memitigasi kemungkinan un-paid dari Issuing Bank karena adanya discrepancy, dengan layanan Document Preparation

 



Modul Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Lengkap

Rabu, 05 Februari 2014

Belajar Manajemen Risiko Perbankan

Artikel ini akan menguraikan mengapa manajemen risiko sangat diperlukan bagi perbankan, bahwa diperlukan pengelolaan risiki yang baik untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan (sustainable business growth). Selain itu modul ini juga memberikan pengertian tentang risiko dan 8 (delapan) jenis risiko yang dihadapi oleh perbankan serta manajemen risiko.


pengenalan manajemen risiko perbankan pengenalan manajemen risiko perbankan


Latar Belakang


Tahun 2008 adalah 13 tahun sejak krisis Barings dan risiko transaksi derivative sudah dianalisis dan dibedah secara ekstensif. Namun kejadian yang sama terus terjadi. Skandal SocGEn adalah contoh terakhir.


Kasus yang menimpa Barings dan SocGen hampir sama. Keduanya melibatkan pialang yang bertaruh pada arah pasar modal. Leeson mengambil posisi pada indeks utama Jepang, Nikkei, sedangkan Kerviel bertransaksi pada derivative yang berast dasar pasar modal Eropa. Keduanya, dapat dikatakan memiliki kemampuan dan pengalaman yang memadai untuk menutupi transaksi mereka untuk sementara waktu sampai mereka ketahuan.


Kejadian-kejadian risiko dibawah ini yang menimbulkan kerugian bagi bank merupakan kecurangan-kecurangan besar yang pernah mengguncang dunia.


Pada tahun 1995, Toshide Iguchi, trader obligasi di Daiwa Bank, bertanggung jawab atas kerugian USD 1.1 Miliar selama 11 thaun. Dia dipenjara 4 (empat) tahun sejak 1995. Iguchi kemudian menusil sebuah buku berjudul my billion dollar education. Masih pada tahun yang sama, trader derivatif Nick Leeson menyebabkan kehancuran Barings Bank dengan kerugian USD 1.4 miliar. Akibat perbuatannya Leeson dipenjara 6,5 tahun di penjara Changi Singapura dan akhirnya dibebaskan tahun 1999. Setahun kemudian, pada tahun 1996. Yasuo Hanamaka, trader tembaga Sumitomo Corporasi, menyebabkan kerugian 2,6 miliar. Hamanaka dikenal sebagai Mr. Cooper atas trading yang dilakukannya. Dia dihukum penjara 8 (delapan) tahun pada 1998 dan dibebaskan  tahun 2005. Pada tahun 1997, Peter young, fund manager di Morgan Grenfell, menyebabkan kerugian sebesar USD 700 juta pada transaksi saham. Bank tersebut dipaksa untuk memberikan kompensasi kepada 80.000 investor yang mengelami kerugian akibat transaksi yang dilakukan oleh Young. Tuntutan hukum atas kecurangan tersebut dibatalkan setelah Young, yang hadir dipersidangan dengan mengenakan pakaian wanita dan mengebiri diri sendiri, dinyatakan tidak sehat untuk menghadapi persidangan.


Pada tahun 2006, Helmut Elsner, mantan Chief Excecutive Bawag, dan Wolfgang Flotti, seorang trader Bawag, keduanya dinyatakan bertanggung jawab atas kerugian sebesar USD 2.5 miliar dalam transaksi swap currency dan suku bunga di bank Austria, Bawag.


Pengertian dan Regulasi Manajemen Risiko


Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian-kejadian risiko diatas baik yang diahadapi oleh perbankan diluar negeri maupun didalam negeri adalah contoh pentingnya bank dalam menerapkan manajemen risiko dalam rangka mencegah terjadinya kerugian atau meminimalisir potensi kerugian yang dapat terjadi. Lingkungan internal dan eksternal bisnis perbankan yang senantiasa berubah dengan cepat membuat penerapan manajemen risiko secara memadai di industri perbankan merupakan suatu keharusan.


Dengan penerapan manajemen risiko,perbankan juga dapat meningkatkan nilai tambah (value added) kepada para pemegang saham (shareholder) karena dapat memberikan informasi mengenai potensi kerugian yang dapat dihadapi bank sehingga dapat mengambil langkah-langkah untuk memitigasinya, salah satunya dengan cara menyediakan modal yang cukup berdasarkan profil risiko yang dihadapi oleh bank.


1. Regulasi Manajemen Risiko – Bank Indonesia


Berdasrkan surat edaran Bank Indonesia (SE BI) no 5/2/DNP tanggal 29 September 2003 Perihal penerapan manajemen risiko bagi bank umum sebagaimana telah diubah dengan SE BI no. 13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011, bank umum harus memiliki Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko yang sekurang-kurangnya memuat:


  1. Penerapan risiko secara umum

  2. Penerapan risiko untuk masing-masing risiko, yang mencakup 8 (delapan)  risiko yaitu: risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategic, risiko kepatuhan dan risiko reputasi.

  3. Penilaian Profil Risiko

Risiko merupakan potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa (events) tertentu. Sedangkan manajemen risiko merupaka serangkaian meteodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha bank.


Dengan demikian, tahapan pertama yang dilakukan dalam rangka mengelola risiko apapun jenis risikonya adalah identifikasi risiko. Bilamana bank salah dalam mengidentifikasi risiko maka bank akan keliru pula dalam melakukan pengukuran risiko yang teridentifikasi.


Sebagai contih


Bank A di indonesia membeli USD 1 juta ob;ligasi yang diterbitkan oleh Bank B dengan tenor 5 (lima) tahun dan kupon dengan floating rate 6 (enam) bulan. Atas posisi tersebut Bank A akan terekspos pada beberapa risiko sebagai berikut:


  • Risiko kredit karena ada potensi Bank B gagal dalam membayar bunga maupun pokok obligasi

  • Risiko nilai tukar USD terhadap rupiah (IDR)

  • Risiko suku bunga 6 (enam) bulan karena ada kemungkinan suku bunga pasar akan menurun pada periode 6 (enam) bulan kedepan.

2. Risiko Inherent


Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa pada intinya, penerapan manajemen risiko meliputi pengelolaan risiko, yang mengcakupo 8 (delapan) risiko, yang dapat dijelaskan, sebagai berikut:


a. risiko kredit


Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajibannya kepada bank.


Sebagai contoh :


Debitur mengambil KPR dari bank B denga jangka waktu 25 tahun (dua puluh lima) tahun. Pada tahun pertama sampai tahun keempat, debitur tersebut masih lancar dalam membayar angsuran pokok dan bunga KPR nya. Pada tahun keenam, debitur di PHK dari perusahaanya. Atas kejadian tersebut, bank B berpotensi menghadapi risiko kredit karena debitur tidak memiliki pendapatan lagi


b. Risiko Pasar


Merupakan risiko pada neraca non-balance sheet) dan rekening adminsitratif (off balance sheet) termasuk transaksi derivatif akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar termasuk risiko perubahan harga option.


c. Risiko Operasional


merupakan risiko akibat ketidak cukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank.


d. Risiko Likuiditas


merupakan risiko akibat ketidak mampuan bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid yang berkualitas tinggi yang dpat diagunkan tanpa menggangu aktivitas dan kondisi keuangan Bank.


e. Risiko Kepatuhan


Merupakan risiko akbiat bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketenruan yang berlaku.


f. Risiko Hukum


Merupakan risiko akibat tuntutan hukum dan/atau


 



Belajar Manajemen Risiko Perbankan

Senin, 03 Februari 2014

Pengetahuan Dasar Dunia Investasi

Dunia investasi menurut Benyamin Graham “Investment operation is one which upon through analysis, promises of safety of principal and adequate return” sedangkan menurut Frederick Amling “Investment may be defined as the purchase by an individual or institution investor of a financial or real estate that produce a return proportional to the risk assumed over some future investment periode.” Kegiatan investasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan melalui analisa yang mengupayakan adanya keamanan pokok investasi dan memberikan penghasilan yang wajar sesuai dengan risikonya dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian menjadi perhatian pokok tugas seorang manager investasi atau seorang investor dalam melakukan investasi adalah untuk menjaga pokok investasi dan kemudian dapat memberikan hasil yang cukup memadai sesuai dengan risiko yang diharapkan atau dapat diterima sesuai dengan risk appetite dalam jangka waktu tertentu.


Pengetahuan dasar dunia investasi Pengetahuan dasar dunia investasi


Dasar-dasar Dunia Investasi


1. Prinsip Dunia Investasi
Ada tiga prinsip pokok yang perlu dipedomani dalam melakukan investasi. Pertama “High Risk High Return”, kedua “Time Value of Money”dan “Do not put your money in one basket”. Dalam setiap instrument investasi yang memberikan return yang tinggiakan mengandung risiko yang tinggi pula dan sebaliknya setiap minstrument investasi yang memberikan hasil yang rendah maka mengandung risiko yang rendah pula. Perlu diingat bahwa tidak ada instrument investasi yang memberikan hasil yang tinggi mengandung risiko yang rendah atau sebaliknya. Agar Suatu investasi tidak menjadi sia-sia yang dapat memberikan return yang wajar adalah dengan memperhatikan time value of money. Time value of money adalah menilai kewajaran hasil investasi secara ekonomi. Apakah dengan berinvestasi itu akan memberikan nilai yang lebih baik sebagai contoh tingkat inflasi Indonesia rata-rata 8% selama tiga tahun terakhir dan diperkirakan turun menjadi 7 % dalam tiga tahun kedepan bilamana tingkat suku bunga deposito hanya 5% investasi dalam kondisi itu akan memberikan net return yang negatif yang tentunya akan merugikan. Salah satu alat ukur yang cukup efektif dalam menilai kewajaran investasi adalah present value yang positif berarti menguntungkan dan atau sebaliknya. Dalam upaya pengendalian risiko investasi ada prinsip yang harus dianut yaitu do not put your money in one basket. Bilaman investasikan dalam satu tempat umpamanya membeli hanya satu jenis saham, maka bila harga saham tersebut turun drastis maka nilai investasinya akan terus jatuh tetapi sebaliknya bilamana kita membeli 10 jenis saham maka bila satu harga saham yang turun kemungkinan bisa dicover dari kenaikan harga saham yang lain.


hubungan resiko dan profit dalam dunia investasi hubungan resiko dan profit dalam dunia investasi


2. Kegiatan Pokok Investasi


Sejalan dengan pengertian investasi tersebut di atas maka dalam pelaksanaan kegiatan suatu investasi maka akan menyangkut tiga kegiatan pokok, sebagai berikut:


  • Analisa terhadap sarana/instrumen investasi

  • Upaya proteksi keamanan atas pokok investasi

  • Menilai kewajaran return yang diterima terhadap risiko yang mungkin timbul

Untuk menilai kelayakan investasi harus dilakukan analisa fundamental terhadap issuer/penerbit dari satu jenis instrument investasi. Bilamana analisis ini tidak bisa dilakukan sendiri makasaat ini bisa membaca hasil analisis dari pihak ketiga, seperti: Standar & Poor, PT. Pefindo dan kajian perusahaan efek lainnya. PErusahaan penilai tersebut memfokuskan dalam pemberian rating dari issuer. Untuk rating terbaik adalah AAA sedangkan terjelek biasanya rating D (default)


Kemudian untuk menjaga agar pokok/modal investai yang ditanamkan tidak berkurang maka bisa dilakukan proteksi melalui berbagai cara, seperti: option, hedging, swap dan lain sebagainya. Sedangkan untuk menilai kewajaran hasil investasi kita bisa mempedomani prinsip-prinsip investasi tersebut diatas yang sudah kita bahas, atau dengan membandingkan dengan hasil/return rata-rata issuer sejenis baik dari ukuran, sektor industri dan lainnya. Bilamana return yang didapat minimal sama dengan hasil pendapatan rata-rata issuer sejenis tersebut maka dinilai wajar returnnya.


3. Tahapan dalam berinvestasi


Dalam pelaksanaan suatu investasi akan melalui proses sebagai berikut yaitu:


  • Penentuan tujuan investasi.

Dalam menetapkan tujuan investasi berkaitan dengan risk appetite seorang investor. Bilamana seorang investir menetapkan tingkat return yang tinggi berarti bersedia untuk menanggung risiko yang tinggi pula.


  • Penentuan kebijaksanaan investasi

Kebijaksanaan investasi adalah kebijakan dasar sebagai rambu-rambu yang harus dipedomani yang menyangkut sektor industri, jenis besaran investasi seperti obligasi saja atau campuran obligasi dan saham dan lainnya.


  • Strategi portofolio

Pemilihan stratregi portofolio investasi yaitu untuk menetapkan besaran investasi umpamanya saham 50%dan obligasi 50%. Setelah ditetapkan portfolio investasi tersebut baru dilakukan pemilihan asset yaitu pemilihan jenis instrument yang akan diinvestasikan seperti obligasi PT. Jasa Marga, Saham PT. Astra Internasional dll.


4. Monitoring dan penilaian


Beberapa strategi investasi yang sudah cukup dikenal adalah Buy and hold strategy, Active management strategies dan immunization strategies.


  1. Buy and hold strategies merupakan strategi yang paling mudah dan murah yaitu dengan cara membeli satu atau beberapa instrument investasi kemudian disimpan dengan harapan harga naik sehingga investor dapat menjualnya bilamana memerlukan dana yang telah diinvestasikan. Jenis investasi ini cocok bagi investor muda yang mengharapkan keuntungan jangka panjang.

  2. Active management strategis, yaitu suatu strategi investasi yang cukup komplek yang harus dilakukan secara aktif dengan tujuan untuk dapat dilakukan oleh seorang investor yang betul-betul meluangkan waktunya untuk berinvestasi.

  3. Immunization strategi yaitu suatu strategi untuk memproteksi kemungkinan kerugian yang mungkin timbul atas investasi yang ditanamkan. Strategi ini sangat bermanfaat bagi investor yang sangat konservatif yang tidak ingin kehilangan pokok investasinya.

Pengetahuan Dasar Dunia Investasi


jenis jenis instrumen dunia investasi jenis jenis instrumen dunia investasi


Mengapa Perlu Berinvestasi?


  1. Untuk melindungi kekayaan (aset) terhadap pengaruh inflasi

  2. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dimasa yang akan datang

  3. Untuk mengantisipasi ketidakpastian pendapatan dimasa yang akan datang

Persepsi yang salah


  1. Investasi pada saham hampir sama dengan judi

  2. Efek Pendapatan Tetap (obligasi) memiliki pendapatan yang tetap

  3. Produk reksa dana adalah produk bank

  4. Produk reksa dana mirip dengan deposito

Instrumen Pasar Uang


  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

  • Deposito Berjangka (Time Deposits)

  • Commercial Papers

  • Promissory Notes

 Instrumen Pasar Modal


  • Saham (Stocks)

  • Obligasi (Bonds)

  • Reksa Dana (Investment Funds)

  • Derivatives

  • Obligasi yang jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun

5 Tips Berinvestasi


  • Investment Objectives

Pahami tujuan investasi. Plih pendapatan atau pertumbuhan dana yang diinvestasikan sesuai kebutuhan dan profile resiko


produk resiko untung karateristik dunia insvestasi produk resiko untung karateristik dunia insvestasi


  • Time Horizon

Pastikan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan investasi


  • Asset Allocation

Diversifikasi dalam berinvestasi untuk mendapatkan porto yang optimal.


  • Risk Profile

Kenali potensi hasil dan resiko dalam berinvestasi
Ingat high risk high return


  • Periodic Review

Monitor portofolio investasi secara berkala, agar dapat menetapkan srategi investasi untuk menjaga tingkat pengembalian yang diharapkan


 


Profil Risiko dari Investors


  • Conservative Investors

  • Moderate Investors

  • Aggressive Investors

 


Bagaimana Caranya Investor Meminimalkan Risiko


  • Don’t put all eggs in one basket, i.e. diversify

  • Take a long-term view

  • Do not market time, try dollar cost averaging instead

  • Choose the level of risk they are comfortable with

  • Perhaps the best advice….

  • Do not invest in anything you don’t understand!

Strategi Investasi
Assets Allocation : “ don’t put your egg in one basket” adalah istilah yang sering kita dengar.
Bahwa dalam berinvestasi jangan menempatkan alokasi asset dalam satu tempat, tempatkanlah dalam beberapa jenis asset tergantung profil risiko masing-masing investor


Pilihan Berinvestasi : Langsung vs Tidak Langsung


  1. Investasi Langsung : adalah investasi yang dilakukan langsung oleh investor baik melalui pasar uang maupun pasar modal. Untuk investasi langsung investor harus memiliki 4 kriteria yaitu modal yang cukup, pengetahuan, informasi dan waktu untuk memantau pergerakan harga instrumen investasinya.

  2. Investasi Tidak Langsung : adalah investasi yang dilakukan melalui pihak lain yaitu Manajer Investasi sebagai pengelola dana antara lain reksa dana.

Kami harapkan setelah membaca modul ini anda akan paham pengetahuan dasar dunia investasi.



Pengetahuan Dasar Dunia Investasi

Sabtu, 01 Februari 2014

Rekening Giro

Rekening Giro adalah simpanan dana pihak ketiga, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing (valas), yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek/bilyet giro, atau sarana perintah pembayaran lainnya, sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Bank.


rekening giro 300x199


Dasar Hukum Rekening Giro


a)      Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998.


b)      Surat Edaran Bank Indonesia No.9/13/DASP tanggal 19 Juni 2007 perihal Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong.


Jenis Rekening


a)      Rekening Badan – Non Perorangan


b)      Rekening Perorangan


c)      Rekening Gabungan (Join Account)


Badan Usaha


a)      Departemen/Pemerintah Daerah/ Instansi Pemerintah/Lembaga Negara (Rekening Pemerintah), Perseroan Terbatas (PT) termasuk PT Tbk (tidak termasuk PT yang masih dalam proses pendirian).


b)      Perusahaan Persero (Persero), termasuk Persero Tbk (pengertian PT dalam hal ini terbatas hanya untuk PT yang telah memiliki status Badan Hukum).


c)      BUMN (Badan Usaha Milik Negara).


d)     Perusahaan Umum (Perum).


e)      Badan Hukum Milik Negara (BHMN) : contoh UI, ITB, UGM.


f)       Koperasi


g)      Yayasan


h)      Dana Pensiun


i)        Partai Politik


 


Rekening Pemerintah


a)      Rekening Penerimaan, adalah rekening pada Bank yang dipergunakan untuk menampung uang pendapatan negara dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kantor / satuan kerja kementerian negara / lembaga.


b)      Rekening Pengeluaran, adalah rekening pada Bank yang dipergunakan untuk menampung uang bagi keperluan belanja negara dalam rangka pelaksanaan APBN pada kantor / satuan kerja kementerian negara / lembaga.


c)      Rekening lainnya, adalah rekening yang dipergunakan untuk tujuan khusus yang berkaitan dengan bidang tugas Menteri / Pimpinan Lembaga.


Rekening Bukan Badan Hukum


a)      Firma (Fa).


b)      Commanditer Venotschap (CV).


c)      Maatschap (Persekutuan Perdata).


d)     Konsorsium.


e)      Lembaga Swadaya Masyarakat


 


Rekening Perorangan


a)      Orang Pribadi.


b)      Usaha Perorangan seperti kongsi, restoran, bengkel, warung, diluar rekening Badan dan Bukan Badan


 


Rekening Gabungan


a)      Rekening Gabungan “or (/)” adalah rekening yang dibuka oleh 2 (dua) orang pribadi dimana penandatanganan Cek/Bilyet Giro atau sarana penarikan lainnya cukup dilakukan oleh salah satu Pemilik Rekening yang membentuk Rekening Gabungan.


b)      Rekening Gabungan “and (&)” adalah rekening yang dibuka oleh 2 (dua) orang pribadi dimana penandatanganan Cek/Bilyet Giro atau sarana penarikan lainnya harus dilakukan oleh kedua orang Pemilik Rekening yang membentuk Rekening Gabungan.


c)      Kartu Mandiri tidak diberikan kepada rekening gabungan dengan ketentuan “And” maupun “Or”.


Rekening a.n. Pihak Asing


Pada dasarnya Pihak Asing tidak diperkenankan membuka Rekening Giro Rupiah Mandiri (sesuai dengan ketentuan KYC yang berlaku). Namun setiap Bank bisa mempunyai kebijakannya masing-masing.


Yang dimaksud Pihak Asing adalah:


a)      Badan hukum asing/lembaga asing lainnya, adalah badan hukum atau lembaga asing yang didirikan di luar negeri, namun tidak termasuk :


(1)   Kantor cabang bank asing di Indonesia


(2)   Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA)


(3)   Badan hukum asing/lembaga asing dengan kegiatan nirlaba.


b)      Warga Negara Indonesia yang memiliki status penduduk tetap negara lain (permanent resident) dan tidak berdomisili di Indonesia.


c)      Kantor Bank di luar negeri dari Bank yang berkantor pusat di Indonesia.


d)     Kantor perusahaan di luar negeri dari perusahaan yang berbadan hukum Indonesia


Syarat memiliki rekening Giro


Semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta Badan Usaha dan institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku dapat membuka rekening Giro. Umumnya syarat dan ketentuan pembukaan rekening Giro adalah:


1. Perorangan:


a)      Cakap bertindak menurut hukum (21 tahun ke atas atau telah menikah)


b)      Tidak termasuk Daftar Hitam Bank Indonesia


c)      Mengisi dan menandatangani aplikasi formulir permohonan pembukaan rekening, formulir syarat khusus rekening Giro dan dokumen pendukung lainnnya


d)     Menyerahkan fotokopi identitas diri (KTP/Paspor dan KIMS/KITAS), dan NPWP


e)      Menyerahkan pasphoto


f)       Menyerahkan fotokopi NPWP


g)      Menandatangani kartu contoh tanda tangan


h)      Melakukan setoran awal rekening Giro


i)        Dikenakan biaya administrasi bulanan


2. Badan Usaha / Institusi / Yayasan


a)      Mengisi dan menandatangani formulir permohonan beserta pendukungnya


b)      Menyerahkan fotokopi identitas diri (KTP/Paspor dan KIMS/KITAS pejabat yang berwenang), NPWP, TDP, SIUP, dan Akte pendirian perusahaan


c)      Daftar susunan pengurus (terutama untuk Yayasan/Lembaga Sosial)


d)     Surat Keputusan bagi instansi/lembaga pemerintahan


e)      Dikenakan biaya administrasi bulanan


f)       Menyerahkan pasphoto


g)      Menyerahkan fotokopi NPWP


h)      Menandatangani kartu contoh tanda tangan


i)        Melakukan setoran awal rekening Giro


j)        Dikenakan biaya administrasi bulanan


 


Jasa Giro


Dihitung berdasarkan saldo harian pada bulan bersangkutan dan setiap akhir bulan dibukukan ke rekening nasabah.


cara menghitung bunga rekening giro


perhitungan jasa rekening giro perhitungan jasa rekening giro


Perhitungan Jasa Giro


tgl 1/1 -2/1     = 2 x 10.500.000,- x 2 % = Rp. 1.150,68,-


                                        365


tgl 3/1 -14/1   = 12 x 5.500.000,- x 2 % = Rp. 3.616,44,-


                                        365


tgl 15/1 -28/1 = 14 x 4.500.000,- x 0 % = Rp. 0,-


                                       365


tgl 29/1 -31/1   = 3 x 5.500.000,- x 2 %  = Rp. 904,11,-


                                       365


                            Total                          = Rp.  5.671,23,-


                             Pajak 20 %                = Rp.   1.134,25,-


                             Jasa giro dibayarkan    Rp. 4.536,98,-


syarat penutupan rekening giro syarat penutupan rekening giro


 



Rekening Giro

Intro to Treasury | Basic Treasury | Belajar Treasury

Fungsi Dasar Perbankan :


 fungsi bank 300x120


Tugas dan Tanggung Jawab Treasury


1) Menjaga Likuiditas


  • Memenuhi ketentuan BI terkait GWM

  • Mengatur Kelebihan / Kekurangan Dana Bank

2) Menjaga Risiko Nilai Tukar (Bank Devisa)


  • Memenuhi ketentuan BI terkait Posisi Devisa Netto

  • Melakukan pengelolaan transaksi valas Bank / Cabang

3) Profit Centre


  • bertransaksi di pasar keuangan antar bank atas nama dan untuk mendapatkan keuntungan Bank (wholesale)

  • bertransaksi dengan Nasabah Komersiil (retail treasury)



FUNGSI TREASURY 1 : SUPPORTING UNIT MAINTENANCE LIQUIDITY & NOP


KEMAMPUAN UNTUK MEMENUHI SELURUH KEWAJIBAN YANG HARUS DILUNASI DALAM WAKTU SINGKAT. SEBUAH PERUSAHAAN DIKATAKAN LIKUID APABILAMEMPUNYAI ALAT PEMBAYARAN BERUPA HARTA LANCAR YANG LEBIH


BESAR DIBANDINGKAN  KEWAJIBANNYA.




 TUJUAN:


1. MEMASTIKAN KEMAMPUAN BANK MELAKUKAN PEMBAYARAN KE DEPOSAN


2. MEMASTIKAN DAPAT MENYEDIAKAN DANA UNTUK KREDIT



3. MEMENUHI KETENTUAN GWM

 GWM = GIRO WAJIB MINIMUM (PRIMER)


YAITU SIMPANAN MINIMUM YANG HARUS DIPELIHARA OLEH BANK DALAM BENTUK SALDO REKENING GIRO DI BANK INDONESIA.


GWM SEKUNDER DAN GWM LDR


fungsi treasury 300x181



Intro to Treasury | Basic Treasury | Belajar Treasury

Overview Trade Service & Finance

Pengertian


Manfaat TSF


Bagi nasabah


Mempermudah pelaksanaan transaksi perdagangan

Membantu Cash Flow

Bagi Bank


Penerimaan biaya administrasi berupa komisi/provisi  (Fee Based Income)
Pendapatan dari bunga bagi pemberian kredit baik cash loan maupun non cash loan (Interest Based Income)
Pengendapan dana murah
Meningkatkan Corporate Image
Memperluas jaringan internasional
Cross selling  produk
Pengembangan / diversifikasi produk
Pemberian pelayanan kepada nasabah sehingga nasabah semakin loyal



Kegiatan Perdagangan


 overview trade service finance 300x98


perdagangan internasional 300x84   transaksi ekspor impor 300x89


 


Faktor-Faktor Pendorong Perdagangan International


- Mempunyai surplus atas produk tertentu, butuh produk lain yang dapat dihasilkan tetapi kurang efisien,
– Dapat memproduksi secara lebih efisien dengan model dan tingkat inovasi yang tidak dapat ditiru oleh negara lain
– Tidak satu negara pun yang mampu memenuhi seluruh kebutuhannya,
– Untuk mencapai negara adidaya


Kondisi Dalam Perdagangan Internasional


-  Antara pembeli dan penjual tidak saling mengenal
-  Terdapat perbedaan peraturan, hukum, bahasa dan keimigrasian/pabean
-  Pembeli biasanya menginginkan adanya masa tenggang dalam pembayaran, kepastian barang dan barang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
-  Penjual menginginkanadanya jaminan pembayaran dan segera
-  Perbedaan kondisi politik.


Peran Bank dalam Perdagangan Internasional


-  Memberikan keamanan bagi transaksi yang terjadi
-  Memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi
-  Kecepatan
-  Pembiayaan
-  Pembayaran
-  Jaminan


 International Banking


Transaksi :


Cross border (melewati batas negara)

Valuta asing (menggunakan valutas yang berbeda)

Produk-produk perbankan Internasional (berlaku secara internasional dan menggunakan aturan internasional)


Tujuan :


 • Mendukung aktivitas bisnis nasabah


• Mengembangkan fungsi intermediasi


• Mengembangkan pasar & produk perbankan

 


Hubungan Antar Bank


 

1.Bank Koresponden / Correspondent Bank

  • Depository Correspondent  (Depcor)

  • Non Depository Correspondent  (Non Depcor)  → Agency  Arrangement

2.Bank Non Koresponden / Non Correspondent Bank

 


Depository Correspondent


 Nostro  rekening trade service Bank Lain

Voxtro   rekening trade service   Bank Kita






Overview Trade Service & Finance

Accounting Overview | Pengantar Akuntansi Perbankan

 


Konsep Dasar Akuntansi


•Konsistensi (Consistency)


•Kesesuaian (Matching)


•Konservatisme (Conservatism)

 



Framework Accounting di Indonesia


  • Bank Indonesia : Peraturan/Ketentuan Bank Indonesia

  • Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia / IAI :

  • Standar akuntansi keuangan

  • Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

  •  BI + IAI : Pedoman akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI)

Fungsi Accounting


  • Recording /Pencatatan (Front Office & Back Office)

  • Reporting /Pelaporan (Internal & Eksternal)

  • Control /Kontrol (Kewajaran Accounting Treatment)

Penyajian Laporan Keuangan


         • Neraca / Laporan Posisi Keuangan

         • Laporan Laba /  Rugi

         • Laporan Arus Kas

         • Laporan Perubahan Ekuitas

         • Catatan atas Laporan Keuangan

persamaan akuntansi 300x160


laporan akuntasni 300x172


DAMPAK PENJURNALAN

















 


N E R A C A / Laporan Posisi Keuangan


  • Neraca menggambarkan rumus persamaan akuntansi.

  • Neraca mencerminkan aktiva, kewajiban dan modal pemilik kesatuan usaha pada periode tertentu.

  • Neraca bank adalah Mencerminkan aktiva (Kas, Surat Berharga, Kredit dan lainnya), Kewajiban (Giro, Depsoito Berjangka, Tabungan dan lainnya), Modal pemilik Bank (Modal disetor dan lainnya) pada periode tertentu.

LAPORAN LABA RUGI


  • Laporan laba / rugi menggambarkan perolehan pendapatan dari berbagai kegiatan usaha dan biaya yang menjadi beban perusahaan dan hasil usaha (laba atau rugi) dalam suatu periode waktu tertentu (satu bulan atau satu tahun).

  •  Laporan laba / rugi Cabang / Bank adalah mencerminkan pendapatan dan beban biaya yang menjadi hak / beban cabang atau bank, baik dari kegiatan pokok usaha bank maupun dari kegiatan operasional dan non operasional lainnya.

LAPORAN ARUS KAS


  • Laporan arus kas menyajikan peningkatan dan penurunan kas / setara kas karena aktivitas usaha yang meliputi operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

  •  Laporan arus kas mampu menyajikan informasi yang lebih realistis mengenai kemampuan riel perusahaan dalam memperoleh arus kas masuk (cash basis).

  •  Laporan arus kas Bank Mandiri disusun oleh Kantor Pusat, Cabang dapat menyusun untuk keperluan manajemen cabang dalam menilai kemampuan cabang menghasilkan kas netto.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


  • Laporan perubahan ekuitas menyajikan peningkatan dan penurunan aktiva bersih atau kekayaan perusahaan selama periode tertentu berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

  •  Laporan perubahan ekuitas Bank Mandiri disusun oleh Kantor Pusat. Disajikan untuk kepentingan regulator dan kreditur serta publik.

 


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


  • Catatan atas laporan keuangan menyajikan secara sistematis penjelasan atas setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas, yang harus didukung informasi yang jelas.

  •  Cakupan minimal informasi yang harus diungkapkan diatur dalam PSAK No.1 dan No.31 Revisi 2000 (khusus bank).

  •  Catatan atas laporan keuangan Bank Mandiri disusun oleh Kantor Pusat untuk laporan keuangan bankwide. Cabang menyusun dalam bentuk rincian neraca dan laba rugi yang sumber utamanya dari hasil proses komputer dan penyusunan manual.

METODE PENGAKUAN PENDAPATAN & BEBAN


1. Accrual Basis

Pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan


• Biaya Dibayar Dimuka

• Pendapatan Diterima Dimuka

• Pendapatan Yang Masih Akan Diterima (PYMAD)

• Biaya Yang Masih Harus Dibayar (BYMHD)

2. Cash Basis



Pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar


 


 


PEMBUKUAN ACCRUAL BASIS


Biaya Dibayar Dimuka


Saat Pembayaran


Db.  Biaya Dibayar Dimuka àAset


Kr.  Kas / Rekening


Saat Pengakuan Beban – Akhir Bulan


Db.  Biaya …


Kr.  Biaya Dibayar Dimuka


 


Pendapatan Diterima Dimuka


Saat Penerimaan


Db.  Kas / Rekening


Kr.  Pendapatan Diterima Dimuka àLiabilitas


Saat Pengakuan Pendapatan – Akhir Bulan


Db.  Pendapatan Diterima Dimuka


Kr.  Pendapatan


 


Pendapatan Yang Masih Akan Diterima (PYMAD)


Saat Pengakuan


Db.  PYMAD …  àAset


Kr.  Pendapatan …


Saat Penerimaan


Db.  Kas / Rekening


Kr.  PYMAD …


 


Biaya Yang Masih Harus di Bayar (BYMHD)


Saat Pengakuan


Db.  Biaya …


Kr.  BYMHD…  àLiabilitas


Saat Pembayaran


Db.  BYMHD…


Kr.  Kas / Rekening


 


 METODE PENGAKUAN POS – POS POSISI KEUANGAN


cost fair value 300x57




Accounting Overview | Pengantar Akuntansi Perbankan
 

DEBIT



KREDIT


Aset           ↑          ↓
Liabilitas          ↓          ↑
Pendapatan          ↓         ↑
Biaya          ↑          ↓