Jumat, 25 Juli 2014

Manajemen Risiko Pasar dan Risiko Operasional Bank BNI

Manajemen Risiko Pasar BNI


Sebagian besar risiko pasar trading book bersumber dari aktivitas bisnis tresuri, sementara risiko pasar banking book, khususnya Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) dan Posisi Devisa Neto (PDN) bersumber dari seluruh aktivitas bank. Untuk mengelola eksposur risiko pasar yang dinamis sesuai perkembangan pasar domestik dan pasar global, bank memantau dan mengelola risiko pasar secara kontinu dan ketat.


Operational Risk atau Risiko Operasional Operational Risk atau Risiko Operasional


Tata Kelola Perusahan dan Organisasi


Dalam rangka pengelolaan risiko pasar yang efektif dan independen, organisasi Treasury dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu front office, middle office, dan back office. Front office melakukan aktivitas bisnis dan berhubungan dengan nasabah. Dalam melakukan aktivitasnya, bisnis tresuri dibatasi dengan risk appetite, risk tolerance dan risk limit yang ditetapkan oleh unit independen yaitu Divisi Manajemen Risiko Bank, Divisi Tata Kelola Kebijakan dan Divisi Risiko Bisnis Korporasi. Fungsi pemantauan risiko pasar dilakukan oleh Divisi Manajemen Risiko Bank. Pemantauan eksposur risiko dan kepatuhan terhadap limit-limit risiko menjadi semakin independen setelah berpindahnya Unit Middle Office dari unit bisnis ke Divisi Manajemen Risiko Bank. Untuk aktivitas pembukuan dan settlement dilakukan oleh Divisi Operasional sebagai back office.


Kebijakan dan Prosedur


Dalam rangka mendukung target bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, BNI telah memiliki kebijakan dan prosedur bisnis tresuri dan internasional. Selain itu agar pengelolaan risiko pasar berjalan efektif, BNI berpedoman pada pedoman penerapan Manajemen Risiko pasar serta prosedur risiko pasar (trading book) dan risiko suku bunga pada banking book.  Identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko pasar dilakukan oleh unit yang independen dari unit bisnis. Identifikasi risiko pasar terutama dilakukan untuk setiap produk atau aktivitas baru.


BNI melakukan pengukuran risiko pasar dengan menggunakan metode standar dan metode internal. Metode standar digunakan untuk menghitung KPMM risiko pasar, sementara pengelolaan risiko pasar harian menggunakan metode internal yaitu Value at Risk (VaR). Cakupan portofolio yang dihitung dalam KPMM dengan menggunakan metode standar adalah portofolio trading book untuk risiko suku bunga dan portofolio trading book dan banking book untuk risiko nilai tukar. Eksposur risiko pasar bank secara individu dan konsolidasi dengan menggunakan metode standar. Eksposur risiko pasar yang diukur dengan VaR senantiasa dipantau secara harian dan disampaikan kepada manajemen secara mingguan dan bulanan. Valuasi harga untuk instrumen yang aktif menggunakan harga pasar (mark to market), sedangkan untuk instrumen yang kurang aktif menggunakan harga wajar dari sumber yang independen.


Untuk melengkapi model VaR, BNI melakukan stress testing risiko pasar untuk menilai ketahanan bank dalam menghadapi perubahan nilai tukar dan suku bunga yang ekstrem, dengan skenario mengacu pada ketentuan Bank Indonesia dan skenario internal bank. Hasil stress testing tersebut dipergunakan untuk menyiapkan contingency plan jika kondisi ekstrem terjadi. Tingkat akurasi model pengukuran VaR diuji dengan validasi model secara periodik.


Perkembangan risiko suku bunga dan nilai tukar pada banking book secara keseluruhan dipantau ketat secara periodik sesuai metode pengukuran yang ditetapkan regulator dan disampaikan kepada manajemen melalui Forum Komite Risiko dan Kapital Bidang Asset & Liability. Front office atau unit bisnis selain berupaya mencapai target bisnis, sebagai bagian sistem pengendalian internal, juga berfungsi sebagai first line of defense dengan berupaya membatasi dan mengantisipasi risiko pasar yang disebabkan perubahan nilai tukar dan suku bunga sesuai limit-limit yang telah ditetapkan. Sementara sebagai second line of defense, Divisi Manajemen Risiko Bank melakukan pemantauan antara lain memantau penggunaan dan kepatuhan terhadap limit risiko, melakukan penetapan fixing price, memeriksa kewajaran harga atas transaksi tresuri dan investigasi terjadinya off market.


Perangkat dan Metode


Untuk mendukung proses bisnis dan sejalan dengan pengelolaan risiko pasar, BNI telah memiliki market risk management tools. Sedangkan untuk memperoleh data pasar diperoleh dari sumber-sumber harga best practice


yang independen. Untuk mengelola potensi kerugian Risiko Pasar telah ditetapkan limit-limit sebagai berikut:


  1. VaR Limit, yang merupakan maksimum potensi kerugian yang mungkin terjadi pada waktu tertentu di masa datang dengan tingkat kepercayaan tertentu.

  2. Budget Loss limit yang dipergunakan untuk membatasi realisasi kerugian aktivitas bisnis.

  3. Limit pembelian surat berharga yang digunakan untuk membatasi konsentrasi pembelian surat berharga korporat berdasarkan rating dan jenis mata uang surat berharga.

  4. Limit asset & liability repricing gap untuk membatasi risiko suku bunga dalam banking book.

Manajemen Risiko Operasional Bank BNI


Dengan meningkatnya keragaman dan kompleksitas produk serta aktivitas perbankan yang ditawarkan kepada nasabah, perkembangan sistem dan teknologi pendukung yang sangat cepat, serta meningkatnya ekspektasi nasabah akan pelayanan yang diberikan oleh bank, maka pengelolaan risiko operasional menjadi hal yang sangat penting.


Operational Risk model risiko operasional Operational Risk Model Risiko Operasional


Tata Kelola Manajemen Risiko Operasional dan Organisasi


Risiko operasional yeng dikelola dalam manajemen risiko telah diimplementasikan di segenap unit bisnis dan unit pendukung sebagai risk owner atau risk taker yang merupakan first line of defense. Implementasi tersebut didukung dengan second line of defense yang dijalankan oleh Divisi Manajemen Risiko Bank, Divisi Kepatuhan, serta Divisi/Unit penyusun Pedoman Perusahaan sebagai risk control unit. Sedangkan sebagai third line of defence yaitu Satuan Pengawasan Internal sebagai risk assurance unit.


Kebijakan dan Prosedur


Divisi Manajemen Risiko Bank telah memiliki pedoman penerapan manajemen risiko operasional untuk mendukung implementasi manajemen risiko operasional pada segenap unit, yaitu:


  • Kebijakan manajemen risiko operasional dalam negeri

  • Operational risk management policy for overseas branches

yang dijabarkan lebih rinci dalam Pedoman Perusahaan transaksi dan operasional yang prudent untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari seperti:


  • Prosedur manajemen risiko operasional dalam negeri

  • Operational risk management procedure for overseas branches

  • Petunjuk pelaksanaan operational risk self assessment (RSA)

  • Petunjuk pelaksanaan loss event database (LED)

  • Petunjuk pelaksanaan beban risiko operasional (BRO)

  • Operational risk self assessment manual for overseas branches.

  • Petunjuk pelaksanaan perangkat risiko operasional (PERISKOP)

Proses


risiko operasional framework risiko operasional framework


Manajemen risiko operasional BNI terdiri dari 5 (lima) proses utama yang berkesinambungan mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yaitu identifikasi, penilaian, pengukuran, pemantauan dan pengendalian.


a. Identifikasi Risiko


Mekanisme identifikasi risiko operasional dilakukan dengan menerapkan mapping process assessment atas proses kerja/aktivitas masing-masing unit untuk menangkap potensi risiko operasional.


b. Penilaian Risiko


Dilakukan oleh masing-masing unit pemilik risiko melalui metode operational risk self assessment, mencakup penilaian atas dampak, frekuensi dan penyebab risiko serta solusinya.


c. Pengukuran Risiko


Sesuai dengan aturan Bank Indonesia, pengukuran risiko operasional menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (Basic Indicator Approach). Pengungkapan kuantitatif risiko operasional Bank secara individu dan konsolidasi.


d. Pemantauan Risiko


Dilakukan oleh Divisi Manajemen Risiko Bank dengan melakukan evaluasi dan feedback atas penilaian risiko berdasarkan hasil self assessment seperti :


  • Feedback report untuk seluruh divisi/unit/ wilayah/cabang

  • Laporan bulanan Beban Risiko Operasional kepada Direksi

  • Laporan Profil Risiko Operasional

e. Pengendalian Risiko


Mekanisme mitigasi risiko operasional tergambar pada proses pengendalian internal, yaitu dengan menerapkan 4 strategi mitigasi, yaitu hindari, kurangi, transfer dan terima. Keempat strategi mitigasi tersebut tertuang dalam prosedur mitigasi Risiko Operasional yang meliputi prosedur pengendalian, prosedur penyelesaian transaksi, prosedur akuntansi, prosedur penyimpanan aset dan kustodian, prosedur penyediaan produk dan prosedur pencegahan fraud.


Perangkat dan Metode


Untuk membantu proses pengelolaan risiko operasional yang dilakukan oleh setiap unit kerja bank, telah dikembangkan perangkat manajemen risiko operasional (operational risk management tool) berbasis web (web-based) yang diberi nama PERISKOP (Perangkat Risiko Operasional). PERISKOP mempunyai peranan yang sangat penting karena 3 (tiga) proses utama dalam proses pengelolaan risiko operasional menggunakan perangkat ini yaitu Self Assessment, Loss Event Database dan Key Risk Indicator.


 PERISKOP (Perangkat Risiko Operasional)








Self Assessment (SA)Modul Loss Event DatabaseKey risk indicators
Self Assessment (SA) merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan sendiri oleh setiap unit (risk owner) dalam mengidentifikasi operational risk issue yang terdapat di unitnya, mencari penyebabnya, mengukur potensi kerugian yang mungkin timbul serta mencarikan solusi untuk mengatasinya. Hasil SA memberikan gambaran potensi risiko yang dihadapi unit untuk 3 (bulan) ke depan.Merupakan database atas seluruh kerugian finansial akibat risiko operasional yang terjadi di seluruh unit di bank. Data kerugian yang terkumpul melalui modul LED, selain digunakan untuk pengelolaan risiko operasional yang lebih baik juga sebagai dasar dalam perhitungan kebutuhan modal untuk mengcover risiko operasional dengan menggunakan Advance Measurement Approach (AMA).Key risk indicators merupakan alat ukur untuk mengidentifikasi potensi kerugian risiko operasional yang melekat pada produk dan aktivitas sebelum risiko tersebut terjadi dan memberikan tanda (signal) jika melebihi suatu range nilai tertentu yang telah ditetapkan

Business Continuity Management


Gangguan atau bencana yang diakibatkan oleh faktor alam, perbuatan manusia, maupun sistem dapat terjadi pada fungsi-fungsi usaha BNI yang kritikal sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas bisnis dan layanan BNI. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut maka BNI telah menerapkan Manajemen Keberlangsungan Usaha/ Business Continuity Management yang diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional pada saat terjadinya kondisi darurat atau bencana. Pengembangan perangkat tersebut sejalan dengan peraturan Bank Indonesia yang mewajibkan bank untuk melaksanakan proses pengendalian risiko untuk mengelola risiko yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank, serta selaras dengan persyaratan pada dokumen Basel II yang mewajibkan Bank untuk memiliki rencana keberlangsungan usaha dan rencana darurat (business continuity management dan contingency management) guna memastikan kemampuan bank untuk dapat tetap beroperasi dan membatasi kerugian jika terjadi gangguan terhadap aktivitas bisnisnya.


a. Tata Kelola dan Organisasi


Dalam kondisi bencana (disaster), BNI telah menyiapkan organisasi spesifik berupa Crisis Management Team (CMT) dan Emergency Task Force (ETF) yang terdiri dari Eksekutif Senior/Pimpinan Tertinggi Unit sebagai koordinator yang memiliki level kewenangan tertinggi. CMT akan aktif apabila Executive Management Team (EMT) selaku pimpinan tertinggi dari CMT menyatakan deklarasi kondisi status bencana.


b. Kebijakan dan Prosedur


Terkait dengan implementasi BCM, BNI telah menetapkan:


  • Kebijakan BCM Dalam Negeri.

  • BCM Policy for Overseas Branches.

  • Prosedur BCM.

  • Governance Gedung BCM.

  • Petunjuk Pelaksanaan Kunjungan ke Gedung BCM.

c. Proses


Setiap langkah recovery strategy dan restoration strategy yang dilaksanakan dipantau dan dilaporkan kepada CMT sampai kondisi dinyatakan normal kembali. Untuk memastikan tingkat kesiapan dan evaluasi BCM, BNI telah melakukan pengujian/simulasi penanganan bencana atas implementasi BCM di seluruh unit operasional. Hal ini dilakukan secara rutin tiap tahun untuk mengetahui tingkat kesiapan masing-masing unit, ditinjau dari segi organisasi maupun infrastruktur BCM yang dimiliki. Hasil dari evaluasi dan pengujian rutin tersebut terlihat dari penanganan yang sistematis dan terarah dalam menghadapi bencana baik yang disebabkan oleh manusia, alam, maupun oleh sistem sehingga aktivitas operasional BNI di lokasi bencana dapat tetap berjalan pada tingkatan tertentu walaupun beberapa sarana dan prasarana penunjang aktivitas bisnis mengalami gangguan.


Sumber laporan tahunan Bank BNI pada bagian risiko pasar dan risiko operasional



Minggu, 20 Juli 2014

Enterprise Risk Management Bank Mandiri

“Manajemen risiko di Bank Mandiri ditujukan untuk menjaga modal Bank, mendukung proses pengambilan keputusan, mengoptimalkanprofil risk-return, meningkatkan nilai perusahaan, serta melindungi reputasi Bank”


 A. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) BANK MANDIRI


Enterprise Risk Manajemen Bank Mandiri 1024x950 Enterprise Risk Management Bank Mandiri


ERM merupakan pengelolaan risiko secara terintegrasi, yang menghubungkan antara strategic planning, risk appetite, business execution, risk assessment dan performance evaluation, dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan bisnis sesuai risk-adjusted return serta memaksimalkan shareholder value. Implementasi ERM sekaligus menjadi wahana untuk penerapan Basel II dan III di Bank Mandiri secara bertahap sesuai dengan regulasi dari Bank Indonesia.


Dengan ERM, Bank Mandiri memiliki kemampuan untuk menentukan secara tepat permodalan yang dibutuhkan untuk meng-cover risiko-risiko di Bank, mengalokasikan modal ke seluruh lini bisnis secara efisien dan rasional, serta mengidentifikasi peluang untuk melakukan diversifikasi dan optimalisasi portfolio. ERM juga memberikan common language bagi seluruh unit kerja sehingga dapat meminimalkan “silo” di antara unit kerja serta meningkatkan keterkaitan antara fungsi manajemen risiko dengan pengendalian internal, termasuk kepada seluruh perusahaan anak. Selain itu, ERM akan ikut berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bisnis dan risiko. Implementasi ERM System Bank Mandiri dalam skala yang komprehensif merupakan yang pertama diterapkan di Indonesia. Keberhasilan penerapan ERM System juga diakui secara internasional, antara lain oleh The Asian Banker melalui penghargaan The Asian Banker Risk Management Award 2013 untuk kategori Enterprise Risk Management Project.


Penerapan manajemen risiko di Bank Mandiri melalui kerangka ERM dilakukan dengan pendekatan two-prong, yaitu pengelolaan risiko melalui permodalan dan pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional, sehingga diharapkan tercapai pengelolaan risiko yang melekat dalam pengelolaan bisnis. Empat komponen utama pendukung penerapan pendekatan two-prong ini adalah Organisasi & Sumber Daya Manusia, Kebijakan & Prosedur, Sistem & Data, serta Metodologi/Model & Analytics.


 1. ORGANISASI & SUMBER DAYA MANUSIA


Satuan Kerja Manajemen Risiko Bank Mandiri bertanggung jawab dalam pengelolaan risiko-risiko yang dihadapi Bank, termasuk mengembangkan tools pendukung yang dibutuhkan dalam proses bisnis dan pengelolaan risiko. Selain itu terdapat unit kerja yang bertindak sebagai risk counterpart dari unit bisnis dalam proses four-eyes pemberian kredit. Salah satu kunci sukses pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen risiko tersebut yaitu adanya risk awareness dan kemampuan teknis yang memadai pada seluruh unit kerja di Bank Mandiri, dimana hal ini menjadi tanggung jawab dan melibatkan seluruh unit kerja di Bank Mandiri. Untuk itu, diselenggarakan pelatihan internal secara rutin melalui Governance, Risk & Compliance (GRC) Academy, baik bagi pegawai di lingkungan Direktorat Risk Management maupun Direktorat lainnya. Selain itu, setiap tahun dilaksanakan sosialisasi, forum diskusi, magang, maupun program mengenai manajemen risiko yang sejalan dengan internalisasi budaya perusahaan.


 2. KEBIJAKAN & PROSEDUR


Bank Mandiri memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) sebagai pedoman utama pelaksanaan manajemen risiko. Sedangkan untuk area bisnis yang lebih spesifik, Bank memiliki kebijakan dan prosedur, misalnya di bidang perkreditan, treasury, dan operasional. Seluruh kebijakan dan prosedur di Bank Mandiri merupakan bentuk pengelolaan risiko yang melekat pada setiap aktivitas operasi Bank yang di-review dan di-update minimal sekali dalam setahun.


Penerapan manajemen risiko di Bank Mandiri adalah optimalisasi penggunaan business judgement bersama dengan analisa berdasarkan kondisi historis dengan tujuan menerapkan proses manajemen risiko yang melekat dalam proses bisnis.


 3. SISTEM & DATA


Sistem manajemen risiko dikembangkan untuk mendukung proses bisnis yang lebih efisien agar pengambilan keputusan dapat lebih cepat namun tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian. Dalam rangka menjaga integritas dan kualitas data, Bank telah menerapkan Integrated Processing System dan Loan Origination System yang telah diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi proses kredit serta menjaga kualitas data di segmen korporasi, komersial maupun retail, termasuk juga Integrated Collection System untuk meningkatkan produktivitas aktivitas collection, khususnya di segmen konsumer dan ritel. Untuk kegiatan treasury dan asset & liability management, Bank menggunakan Summit System dan Sendero System untuk mengelola risiko trading book dan banking book. Untuk mendapatkan gambaran profil risiko Bank Mandiri baik selaku perusahaan induk maupun profil risiko Bank yang terkonsolidasi dan terintegrasi dengan perusahaan anak, Bank telah mengimplementasikan Risk Profile Mandiri System (RPX) secara web-based sehingga mempercepat akses dan mempermudah kontrol. Untuk mengintegrasikan pengelolaan risiko secara bankwide, Bank mengimplementasikan ERM system sebagai sarana untuk memantau pengelolaan risiko secara holistik, termasuk menghitung modal untuk mengcover semua jenis risiko. ERM system memiliki kapabilitas untuk melakukan perhitungan capital charge (Standardized Approach dan Advanced Approach), implementasi operational risk management tools, active portfolio management, stress testing dan value-based management.


 4. METODOLOGI/MODEL & ANALYTICS


Bank secara berkelanjutan menerapkan pengukuran risiko yang mengacu kepada international best practices dengan menggunakan pendekatan permodelan kuantitatif maupun kualitatif melalui pengembangan model risiko seperti rating, scoring, value at risk (VaR), portfolio management, stress testing dan model lainnya sebagai pendukung judgemental decision making. Secara periodik, model-model risiko tersebut dikalibrasi dan divalidasi oleh unit Model Risk Validator yang bersifat independen untuk menjaga keandalan dan validitas model serta memenuhi persyaratan


PENGELOLAAN RISIKO MELALUI PERMODALAN


gambar Enterprise Risk Manajemen gambar Enterprise Risk Management


Pengelolaan risiko melalui permodalan di Bank Mandiri meliputi kebijakan diversifikasi sumber permodalan yang sinkron dengan rencana strategis jangka panjang, dan kebijakan alokasi modal secara efisien pada segmen bisnis yang memiliki profil risk-return yang optimal (termasuk penempatan pada perusahaan anak). Hal ini bertujuan untuk memenuhi ekspektasi stakeholder termasuk investor dan regulator. Bank Mandiri memastikan memiliki kecukupan modal untuk mengcover risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional, baik berdasarkan ketentuan regulasi (regulatory capital) maupun kebutuhan internal (economic capital). Bank Mandiri mengacu kepada regulasi Bank Indonesia (Basel II) dalam melakukan perhitungan kecukupan modal untuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional. Untuk risiko kredit, Bank menggunakan Pendekatan Standar Basel II (Standardized Approach)1 dan saat ini secara bertahap memulai simulasi pendekatan berdasarkan rating internal (Internal Ratings-Based Approach). Pendekatan Standar Basel II risiko kredit belum menggunakan data rating eksternal dari nasabah debitur, namun saat ini Bank sedang melakukan inisiasi dan simulasi terkait penggunaan rating eksternal tersebut. Untuk risiko pasar, Bank menggunakan Model Standar2, sedangkan secara internal Bank telah menggunakan Value at Risk sebagai model internal3. Untuk risiko operasional, Bank mengacu kepada Pendekatan Indikator Dasar Basel II (Basic Indicator Approach)4 dan sudah mensimulasikan Pendekatan Standar (Standardized Approach).


Bank juga telah menghitung simulasi beban modal kredit dengan pendekatan Advanced IRBA (Internal Rating Based Approach). Dengan menggunakan pendekatan Advanced IRBA, diharapkan Bank bisa mendapatkan rasio kecukupan modal yang lebih efisien. Saat ini, Bank juga sedang mengembangkan pengukuran kebutuhan modal secara ekonomis (economic capital) baik untuk risiko kredit maupun risiko operasional, yang sekaligus menjadi dasar bagi bank untuk mulai mengimplementasikan VBM (Value Based Management) melalui pengukuran RORAC (Return On Risk Adjusted Capital). Sebagai langkah awal penerapan VBM tersebut, Bank mulai menggunakan indikator RORWA (Return On Risk Weighted Asset) yang lebih intuitif bagi unit bisnis, sebelum nantinya menerapkan RORAC. Bank Mandiri telah mempersiapkan penerapan Basel III mengacu kepada dokumentasi Basel serta regulasi dan inisiatif yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia6. Bank Mandiri aktif mengikuti kelompok kerja Basel III maupun Quantitative Impact Study (QIS) yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Berdasarkan posisi per Juni 2013, hasil QIS menunjukkan bahwa secara umum Bank Mandiri telah memenuhi pedoman dalam Basel III, dengan hasil simulasi


Capital Adequacy Ratio lebih tinggi dibandingkan perhitungan kecukupan modal menggunakan Basel II. Hal ini disebabkan oleh struktur permodalan Bank Mandiri yang didominasi oleh Tier 1 Common Equity. Hasil QIS juga menunjukkan bahwa Bank Mandiri beroperasi pada tingkat risiko yang rendah, yang ditunjukkan oleh kecukupan leverage ratio dan tingginya liquidity ratio, yang disebabkan oleh ketatnya pengendalian risiko atas eksposur off balance sheet. Selain itu, posisi aset likuid dan komposisi neraca Bank menunjukkan konsistensi terhadap persyaratan Basel III.


 PENGELOLAAN RISIKO MELALUI AKTIVITAS OPERASIONAL


Pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional ditujukan untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional pada level yang dapat diterima. Bank Mandiri menerapkan risk appetite dan risk tolerance dalam bentuk kebijakan limit dan sistem limit, yang disusun dan diusulkan oleh unit bisnis bersama unit manajemen risiko dan disetujui oleh Risk Management Committee. Penetapan limit didasarkan atas limit secara keseluruhan, limit per jenis risiko maupun limit per aktivitas fungsional tertentu yang memiliki eksposur risiko. Kebijakan limit tidak saja berfungsi dalam proses pengendalian risiko namun juga mendorong strategi bisnis dan ekspansi bisnis ke dalam koridor pertumbuhan dengan profil risk-reward yang optimal. Pengelolaan risiko kredit dilakukan melalui front end, middle end dan back end. Pengelolaan risiko pasar dan likuiditas dilakukan melalui sistem limit. Pengelolaan risiko operasional pada produk dan aktivitas Bank dilakukan oleh seluruh unit kerja, dan di-review secara bankwide oleh unit risk management, serta diukur keefektifan pelaksanaannya (assurance) oleh unit Internal Audit.


PENGELOLAAN RISIKO KREDIT


(Mengenai Pengelolaan Risiko Kredit Bank Mandiri akan dibahas pada artikel secara terpisah)


Sumber : Laporan Tahun 2013 Bank Mandiri bagian Manajemen Risiko – Enterprise Risk Manajemen




Enterprise Risk Management Bank Mandiri

Penerapan Manajemen Risiko Kredit Bank BNI tahun 2013

Dalam mengelola risiko secara komprehensif dan efektif diperlukan infrastruktur manjemen risiko yang mencakup Tata Kelola dan Organisasi termasuk SDM, Kebijakan dan Prosedur, Proses Manajemen Risiko, Perangkat dan Metode Pengukuran termasuk Kuantifikasi Model Risiko, dan didukung oleh Teknologi Informasi dan Budaya Risiko yang kuat. Infrastruktur masing-masing risiko yang telah dikembangkan dan diimplementasikan adalah sebagai berikut:


1. Risiko Kredit


Selama tahun 2013, BNI berhasil mengelola dan membatasi risiko kreditnya dengan baik, dimana portofolio kredit tumbuh sebesar 24,9% dengan rasio pinjaman bermasalah (Non Performing Loan) bruto turun menjadi 2,2% dan rasio cadangan kredit bermasalah meningkat menjadi 128,4%. Konsentransi persektor ekonomi juga membaik ditandai dengan penurunan angka Herfindahl Index menjadi 13,88 dari 14,00 di tahun sebelumnya.


Penerapan Manajemen Risiko Kredit Bank BNI Penerapan Manajemen Risiko Kredit Bank BNI


Tata Kelola dan Organisasi



Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kredit, proses analisa kredit memisahkan fungsi antara unit bisnis/fungsi pemasaran, yang dilakukan oleh Relationship Manager, dengan unit risiko/fungsi analisa kredit yang dilakukan oleh Credit Analyst. Proses persetujuan kredit dilakukan dalam Komite Kredit yaitu forum bersama pejabat pemutus kredit yang berwenang memutus kredit sesuai dengan limit yang ditetapkan, yang terdiri dari pejabat dari unit bisnis dan unit risiko bisnis. Unit bisnis dan unit risiko bisnis berperan sebagai first line of defence atau risk owner yang mengelola dan mengendalikan risiko kredit pada kegiatan operasional harian unit tersebut.


Sesuai dengan pendekatan Customer Centric, organisasi risiko kredit dikembangkan sesuai dengan segmennya. Unit risiko bisnis di BNI terdiri dari Divisi Risiko Bisnis Korporasi, Divisi Risiko Bisnis Komersial & Usaha Kecil, dan Divisi Risiko Bisnis Konsumer & Ritel yang bertanggung jawab kepada Direktur Risiko Bisnis.


Menurut fungsinya, organisasi risiko kredit pada dasarnya terbagi atas 3 (tiga) jenis aktivitas, yaitu:


a. Credit Risk Operation


Merupakan partner dari unit bisnis dalam proses kredit baik dari analisa, persetujuan, pemantauan serta remedial dan recovery. Fungsi ini dijalankan oleh Divisi BNR, CMR, CNR, RRC dan RRM.


b. Credit Policy


Bertugas menyiapkan kebijakan dan prosedur perkreditan yang diperlukan dalam proses kredit, seperti limit kewenangan, persyaratan-persyaratan perkreditan dan sebagainya. Fungsi ini dijalankan oleh Divisi Tata Kelola Kebijakan sebagai second line of defence.


c. Credit Risk Management


Mencakup portfolio planning, credit risk measurement, internal rating system, pricing dan sebagainya. Fungsi ini dijalankan oleh Divisi Manajemen Risiko Bank sebagai second line of defence.


 


Manajemen Risiko Kredit Bank BNI 1024x682 Manajemen Risiko Kredit Bank BNI


Kebijakan dan Prosedur


Dalam rangka mendukung target bisnis dengan tetap menjaga kualitas portofolio, BNI telah memiliki Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) yang diputus oleh Forum Komite Kebijakan Perkreditan (KKP) dan disetujui oleh Dewan Komisaris. KPB ini diterjemahkan ke dalam pedoman perusahaan perkreditan yang diputus oleh Forum Komite


Prosedur Perkreditan (KPP) untuk selanjutnya dilakukan pembakuan kedalam Pedoman Perusahaan Perkreditan Business Banking seluruh segmen dan Pedoman Perusahaan Perkreditan Konsumer & Ritel yang merupakan pedoman kerja aktivitas perkreditan di BNI. Saat ini BNI telah memiliki pedoman perusahaan dalam bentuk online yaitu BNI ePP (elektronik Pedoman Perusahaan).


Proses


Proses manajemen risiko kredit berlangsung secara berkesinambungan dalam suatu value chain activity, diawali dengan customer insight, portfolio planning, product development, loan origination/monitoring, loan administration & portfolio optimization. Pada tataran eksposur individu, proses manajemen risiko kredit dilaksanakan oleh Unit Bisnis dan Unit Risiko Bisnis melalui identifikasi (antara lain verifikasi kebenaran data), pengukuran (menggunakan perangkat analisa kredit), proses persetujuan kredit, pemantauan (melalui kunjungan berkala kepada nasabah dan review rating nasabah), dan pengendalian (antara lain melalui penetapan limit-limit, covenant, dan faktor mitigant).


Pada tataran eksposur portofolio, eksposur kredit senantiasa dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada Manajemen antara lain melalui Laporan Portofolio Pinjaman dan Forum Risiko dan Kapital Bidang Manajemen Risiko. Pada Forum Risiko dan Kapital Bidang Manajemen Risiko dilakukan evaluasi atas pencapaian target, penetapan langkah-langkah dan koordinasi tindaklanjut perbaikan, serta evaluasi atas efektivitas langkah-langkah perbaikan yang telah dilakukan. Secara umum governance dan alur proses perkreditan di BNI digambarkan sebagai berikut :


Perangkat dan Metode


Untuk mendukung proses bisnis dan pengelolaan risiko kredit, BNI telah mengembangkan beberapa perangkat manajemen risiko kredit baik pada tataran eksposur portofolio maupun individu. Pada tataran eksposur individu, BNI telah membangun dan mengembangkan model rating debitur yang mencakup seluruh segmen (Corporate, Commercial, Small, Retail dan Consumer ) untuk menetapkan kualitas debitur dalam proses analisa kredit dan penetapan parameter Risiko Kredit mencakup Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD), Exposure at Default (EAD) sesuai dengan ketentuan Basel II. Model-model kuantitatif tersebut direview dan divalidasi secara berkala. Pada tataran eksposur portofolio, Loan Exposure Limit merupakan batas maksimum pinjaman dalam negeri di akhir tahun untuk setiap sektor ekonomi pada masing-masing segmen, yang digunakan sebagai pedoman ekspansi pinjaman dan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko konsentrasi pinjaman. Selain itu, ditetapkan pula Industry Risk Rating (IRR) yang merupakan penilaian tingkat risiko industri, serta referensi rasio keuangan untuk masing-masing segmen. Sebagai bagian dari pengukuran risiko kredit, telah dilakukan stress testing risiko kredit untuk menilai ketahanan bank dalam menghadapi kondisi terburuk.


Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)


Penurunan nilai adalah suatu kondisi dimana nilai tercatat dari suatu aset melebihi dari nilai yang dapat dipulihkan dari aset yang bersangkutan. BNI melakukan evaluasi penurunan nilai atas seluruh aset keuangan kecuali aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok yang nilai wajarnya diukur melalui Laporan Laba Rugi (Fair Value Through Profit and Loss). Pada setiap tanggal neraca (setiap akhir bulan), BNI mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa Aset Keuangan atau kelompok Aset Keuangan mengalami penurunan nilai. Bukti objektif tersebut adalah bukti terjadinya peristiwa yang merugikan sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.


Adapun bukti objektif aset keuangan terjadi penurunan nilai adalah sebagai berikut :


  1. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau debitur.

  2. Pelanggaran kontrak, yaitu terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran kewajiban debitur baik pokok, bunga dan denda.

  3. BNI dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan keuangan tersebut.

  4. Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan ainnya.

  5. Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan, atau

  6. Data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset keuangan tersebut, meskipun penurunan belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset keuangan tersebut.

 


Assessment penurunan nilai (perhitungan CKPN) di BNI menggunakan 2 (dua) metode yaitu assessment secara individual dan assessment secara kolektif.


Perhitungan CKPN dilakukan secara individual apabila suatu aset keuangan yang signifikan mempunyai bukti obyektif mengalami penurunan nilai. Aset yang dikategorikan sebagai signifikan adalah aset keuangan dari segmen Korporasi dan Usaha Menengah, serta kepemilikan surat berharga. CKPN secara individual dihitung dengan menggunakan metode nilai kini dari estimasi arus kas suatu aset keuangan. Proses estimasi arus kas untuk pinjaman dilakukan langsung oleh pejabat yang mengelola masing-masing debitur. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai secara kolektif dihitung dengan menggunakan data kerugian historis perhitungan Incurred Loss berdasarkan estimasi PD dan LGD dari masing-masing kelompok aset tertentu. Metode perhitungan PD dan LGD untuk CKPN Kolektif menggunakan migration analysis dan roll rate analysis dengan periode observasi data selama 5 tahun.


Perhitungan CKPN secara Kolektif dilakukan bagi semua aset keuangan yang:


  1. Tidak dievaluasi secara individual, yaitu antara lain kredit dari segmen Usaha Kecil, Kredit Konsumtif, Kartu Kredit, Tagihan Akseptasi, Tagihan Dokumen dan Fasilitas.

  2. Tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai dari aset keuangan yang dievaluasi, yaitu pinjaman dalam segmen korporasi dan usaha menengah yang tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai.

  3. Terdapat bukti objektif penurunan nilai dari aset keuangan yang dievaluasi secara individual namun tidak terdapat kerugian penurunan nilai. Pengungkapan tagihan bersih dan rincian mutasi cadangan penurunan nilai Bank secara individual dan konsolidasi

Penerapan Pengukuran Risiko Kredit dengan Pendekatan Standar Penggunaan Peringkat dari Lembaga Pemeringkat Eksternal.


resiko kredit bank bni resiko kredit bank bni


Kebijakan penggunaan Peringkat dalam Perhitungan ATMR mengacu pada Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/6/DPnP tanggal 18 Februari 2011 yaitu:


  1. Peringkat suatu perusahaan hanya berlaku untuk perusahaan tersebut, sehingga walaupun berada dalam satu kelompok usaha peringkat suatu perusahaan tidak dapat digunakan untuk menetapkan bobot risiko dari perusahaan lain.

  2. Peringkat domestik (Pefindo, Fitch Indonesia dan ICRA Indonesia) hanya digunakan untuk penetapan bobot risiko tagihan dalam mata uang Rupiah, sedangkan peringkat internasional (Moody’s, S&P dan Fitch) digunakan untuk penetapan bobot risiko tagihan dalam valuta asing.

  3. Penetapan bobot risiko atas tagihan dalam bentuk surat berharga didasarkan pada peringkat dari surat berharga dimaksud (issue rating). Dalam hal surat berharga tidak memiliki peringkat maka penetapan bobot risiko didasarkan pada bobot risiko dari tagihan tanpa peringkat. Penetapan bobot risiko atas tagihan dalam bentuk selain surat berharga, didasarkan pada peringkat debitur (issuer rating). Dalamhal tagihan dalam bentuk selain surat berharga tidak memiliki peringkat maka penetapan bobot risiko didasarkan pada bobot risiko dari tagihan tanpa peringkat.

  4. Peringkat jangka pendek digunakan untuk penetapan bobot risiko dari surat berharga yang memiliki peringkat jangka pendek dan diterbitkan oleh pihak yang termasuk dalam cakupan Tagihan Kepada Bank atau Tagihan Kepada Korporasi. Dalam hal tagihan jangka pendek tidak mempunyai peringkat jangka pendek, maka penetapan bobot risiko menggunakan peringkat jangka panjang.

  5. Apabila suatu eksposur mempunyai lebih dari satu peringkat yang eligible, maka yang digunakan adalah peringkat yang memberikan bobot risiko terendah kedua. Dalam hal ini apabila hanya terdapat dua peringkat, maka yang digunakan adalah peringkat yang terendah.

Penentuan bobot risiko berdasarkan peringkat eksposur sebagaimana tersebut di atas hanya diberlakukan untuk kategori portofolio sebagai berikut:


  1. Tagihan Kepada Pemerintah Negara lain

  2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik

  3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional

  4. Tagihan Kepada Bank (Jangka Panjang dan Jangka Pendek)

  5. agihan Kepada Korporasi (Jangka Panjang dan Jangka Pendek)

 


Komposisi Eksposur Risiko Kredit per Bobot Risiko 31 Desember 2013 (%)


Peringkat yang digunakan adalah peringkat terkini yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat yang diakui oleh Bank Indonesia sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/31/DPNP tanggal 22 Desember 2011 perihal Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang Diakui Bank Indonesia. Daftar lembaga pemeringkat dan peringkat yang diakui sebagaimana dapat diakses pada website Bank Indonesia adalah sebagai berikut:


  • Fitch Ratings

  • Moody’s Investor Service

  • Standard and Poor’s

  • PT. Fitch Ratings Indonesia

  • PT ICRA Indonesia

  • PT. Pemeringkat Efek Indonesia

Pengungkapan tagihan bersih berdasarkan kategori portofolio dan skala peringkat bank secara individu dan konsolidasi


 


Transaksi Derivatif


Transaksi derivatif yang sering dilakukan oleh bank pada umumnya adalah Foreign Exchange Swap, Currency Forward, Cross Currency Swap (CCS), dan Interest Rate Swap (IRS). Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan oleh unit bisnis dan unit risiko, ditentukan limit transaksi dan jumlah marginal deposit yang harus disetor oleh nasabah sesuai dengan jenis dan risiko yang melekat dalam transaksi derivatif.


Transaksi Repo dan Reverse Repo


Secara umum, selama ini BNI hanya melakukan transaksi repo maupun reverse repo dengan underlying aset Surat Berharga Pemerintah Republik Indonesia (Surat Utang Negara).


Penerapan Teknik Mitigasi Risiko Kredit dengan Pendekatan Standar


Jenis agunan utama yang diterima dalam rangka mitigasi risiko kredit adalah objek yang dibiayai oleh bank. Sedangkan sebagai pelengkap, bank dapat menerima agunan tambahan. Jenis agunan utama dan tambahan pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi:


  1. Agunan, yang dapat berupa aset fisik (tanah, bangunan, mesin, peralatan, dan sebagainya) maupun asset keuangan (cash collateral, marginal deposit, emas, piutang, surat hutang maupun surat berharga lainnya). Dalam teknik mitigasi risko kredit, aset fisik tidak diperhitungkan sebagai teknik mitigasi risiko kredit.

  2. Garansi, yang diterima dari Pemerintah Republik Indonesia, Bank koresponden, maupun perusahaan Asuransi. Dalam teknik mitigasi risiko kredit, garansi yang diperhitungkan hanya garansi yang diterbitkan oleh pihak yang termasuk dalam cakupan kategori Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia, Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain, Tagihan Kepada Bank serta lembaga penjaminan/asuransi dengan memperhatikan pemenuhan persyaratan garansi dan penerbit garansi.

  3. Asuransi Kredit, yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan pemenuhan persyaratan polis asuransi, penerbit asuransi dan kategori portofolio penerima asuransi. BNI mengatur kebijakan, prosedur dan proses untuk menilai dan mengelola agunan berdasarkan jenis eksposur dan skim pembiayaan yang diberikan. Saat ini penetapan besarnya maksimum kredit untuk kredit produktif segmen kecil ditetapkan sebesar 110% dari nilai taksasi jaminan fixed asset yang diserahkan. Sementara untuk kredit produktif korporasi dan menengah penilaian kecukupan agunan yang diterima tetap memperhitungkan adanya cash equivalent value. Untuk eksposur kredit (loan), penilaian agunan harus dilakukan minimum setiap 24 bulan. Penerbit jaminan/garansi yang diakui dalam perhitungan teknik mitigasi risiko kredit pada umumnya adalah bank koresponden yang memenuhi persyaratan sebagai prime bank ataupun berstatus Badan Usaha Milik Negara.

Penggunaan garansi sebagai salah satu bentuk teknik mitigasi risiko masih terbatas pada transaksi jasa perdagangan.


Eksposur Sekuritisasi


Aktivitas sekuritisasi BNI sementara ini hanya terbatas pada kepemilikan credit linked notes, namun demikian per 31 Desember 2013 tidak memiliki eksposur sekuritisasi aset.


Sumber LaporanTahunan Bank BNI 2013, pada bagian risiko kredit



Selasa, 01 Juli 2014

kata kata mutiara indah

kata kata mutiara indah kami kali ini tidak kalah bermaknanya dengan artikel kami sebelumnya (baca artikel kata mutiara indah ). Sama seperti artikel sebelumnya kumpulan kata kata mutiara indah ini kami dapatkan dari berbagai sumber. Pada saat saya posting artikel ini bertepatan dengan hari ketiga bulan ramadhan 1435 Hijriah. Kami berharap artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengunjung beragama islam untuk lebih ikhlas dan bahagia dalam menjalani kehidupan.


Kata kata mutiara indah terbaik dunia Kata kata mutiara indah terbaik dunia


50 Kata Kata Mutiara Indah Terbaru



Kata kata mutiara indah terbaik Kata kata mutiara indah terbaik


  1. Apa yang kita lakukan pada orang lain hari ini, itu jugalah yang akan dilakukan orang lain terhadap kita esok, karena roda kehidupan terus berputar dan hukum karma itu berjalan abadi.

  2. Apa yang mudah untuk didapatkan, akan mudah untuk disesalkan. Apa yang butuh perjuangan untuk didapatkan, akan sulit untuk dilupakan.

  3. Apa yang nampak mempesona hanyalah sebatas kulit yang akan sirna seiring pertambahan usia.

  4. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. ~ La Roucefoucauld

  5. Apapun yang terjadi, jangan sampai melepaskan pegangan dua tambang utama kehidupan, Harapan dan Keyakinan ..

  6. Apapun yang terjadi, jangan sampai melepaskan pegangan dua tambang utama kehidupan, Harapan dan Keyakinan.

  7. Bahagia adalah ketika dapat bersama, saling mencinta tanpa mempermasalahkan kekurangan yang kita punya.

  8. Bahagia adalah milik mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentangnya.

  9. Bahagia bukan berarti segalanya sempurna. Bahagia adalah ketika kamu memutuskan tuk melihat segala sesuatu secara sempurna.

  10. Banyak org yang mengatakan cinta itu menyakitkan. Namun bagiku cinta tidak menyakitkan. Yg membuat semuanya menyakitkan itu karena KAMU (-

  11. Barang siapa berhasil menundukan hawa nafsunya, maka dia akan berbahagia dan memperoleh kemenangan. Sebaliknya, barangn siapa yangdi kalahkan oleh hawa nafsunya, maka dia menderita kerugian dan celaka. ( Nasihat Orang Arif dan Bijak)

  12. Beribadah pada Yang Kuasa seperti berzikir adalah cara untuk menenangkan hati kita, menenangkan otak dan membuat semuanya fresh.

  13. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

  14. Berita tidak selalu sama dengan kenyataan.

  15. Beritahukan kepadaku apa bacaan-bacaanmu, nescaya aku akan beritahu siapa diri kamu ini.

  16. Berjalan 10 Ribu Mil dapat kita selesaikan bila kita berani memulai langkah awal

  17. Bukti akal fikiran seseorang ialah perbuatannya, dan bukti ilmunya ialah ucapannya.

  18. Bunga yang mekar dalam kesulitan adalah yang paling langka dan paling indah dari semua.

  19. Burung – sarang, Laba laba – jaring, manusia – teman -William Blake

  20. Butuh keberanian untuk mengatakan tanpa mengharapkan apapun. Memberi bukan berarti harus menerima.

  21. Butuh kepercayaan dalam cinta, karena cinta punya kekuatan untuk saling menyakiti. Namun cinta juga yang tak membiarkan itu terjadi.

  22. Cantik adalah relatif, tergantung siapa yang memandangnya dan bagaimana mereka memandangnya.

  23. Cantik adalah saat apa yang dimiliki org lain tidak membuatmu iri, karena apa yang kau butuhkan adl menjadi dirimu sendiri. -@AmandaAdriani

  24. Cinta adalah suatu anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia, jagalah cinta sebelum cinta itu pergi

  25. Cinta adalah suatu emosi yang kuat, emosi yang takkan pergi jika ia tlah menghampiri. Jika dipaksakan, akan meninggalkan luka yang dalam.

  26. Coba perhatikan PASANGAN anda jika anda sanjung: 1) Tersenyum lebar; 2) Tersenyum tersipu-sipu; 3) Malu sambil menutup muka/mulut; atau 4) diam saja. Mana yang lebih tepat? …

  27. Cobalah dari hari ini dan seterusnya untuk mendasarkan doamu atas perasaan gembira dan kesyukuranmu, lalu perhatikan apa yang terjadi

  28. Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yang bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum.

  29. Dalam cinta, ketika kamu tak ada alasan lagi tuk bertahan, itu adalah alasan yang baik tuk melepaskan.

  30. Dalam hidup, jangan miliki rasa takut pada dia yang membencimu, tapi kamu harus hati-hati pada teman yang pura-pura memelukmu.

  31. Dalam hidup, jangan pernah biarkan pendapat seseorang tentangmu mengubah dirimu menjadi seseorang yang kamu tahu bukan dirimu.

  32. Dunia tidak berakhir hanya karena anda tidak cantik. Tapi dunia anda memang akan berakhir jika anda sibuk mencela diri anda.

  33. Emas diuji dengan api, wanita diuji dengan emas dan lelaki diuji dengan wanita

  34. Engkau boleh menertawaiku, aku tak kan membalasmu, bahkan saat aku sangat pantas menertawai ketertinggalanmu nanti.

  35. Gagal itu adalah hal yang biasa, tapi kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita menyerah dan berhenti untuk mencoba

  36. Genggamlah bumi sblm bumi menggengam anda,pijaklah bumi sblm bumi memijak anda,maka perjuangkanlah hidup ini sblm anda memasuki perut bumi.

  37. Gravitasi tidak merespon manusia yang gagal dalam percintaan. (albert einstein)

  38. Hadapi masalah tnpa masalah agar masalah tidak mnjadi risalah kesalahan spanjang perjalanan ini

  39. Hadapilah problem hidup diri kamu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan diri kamu di kuasainya. Biarkanlah diri kamu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna. (Hellen Keller) Memecahkan masalah itu sult. mengenal masalah lebih sulit. tetapi menemukan masalah jauh lebih sulit (Albert Einstein)

  40. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu seseorang yang sangat bererti dan mendapati pada akhirnya bahawa tidak demikian adanya dan harus melepaskannya pergi.

  41. Hal yang sangat kecil dapat menyebabkan masalah yang sangat besar. Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil.

  42. Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.

  43. Hanya karena seseorang cemburu, bukan berarti dia tak mempercayaimu. Dia hanya takut kehilangan dirimu.

  44. Harta adalah apa yang dimakan sampai kenyang, yang dipakai sampai lapuk dan yang di sumbangkan kepadaorang lain. Mahluk yang paling mulia di dunia ini adalah manusia, dan bagian tubuh manusiayg paling mulia adalah hati. (Imam al Ghazali)

  45. Harta akan habis digunakan tanpa ilmu, tapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika digunakan

  46. Hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri.

  47. Hidup ini adalah pilihan yang kamu putuskan. Jika kamu tak ingin terlihat bodoh, jangan lakukan hal yang bodoh.

  48. Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.

  49. Hidup terlalu singkat jika hanya menyesal. Hidup hanya sekali, namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!

  50. Hidup yang tak punya tujuan sama saja seperti layang-layang yang putus, genggam tujuan dan percayalah kita mampu meraihnya

Kata kata mutiara indah terbaru Kata kata mutiara indah terbaru


23 Tambahan Kata Kata Mutiara Indah Terbaik


Kata kata mutiara indah dari bruce lee Kata kata mutiara indah dari bruce lee


 


  1. Ingatlah ada 2 keuntungan dari kegagalan. Pertama, jika anda gagal, anda akan mengetahui hal-hal apa yang salah. Dan kedua, kegagalan dapat memberi anda kesempata untuk mencoba lagi dengan pendekatan yang baru ~Roger Van Oech

  2. Ingatlah kata pepatah Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik daripada hari ini

  3. Ingatlah segala jerih payah pasti ada IMBALAN ..

  4. Ingatlah selalu bahwa masa depan itu datang di hari esok

  5. Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. ~ George Downing

  6. Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang hanya tahu agama

  7. Jadilah yang terbaik dalam melakukan yang Anda lakukan. Jangan setengah-setengah. Hiduplah sepenuhnya.

  8. Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliaannya, kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW

  9. Jangan cuma berandai-andai atau membayangkan sesuatu, lakukanlah, mungkin apa yang kamu lakukan itu akan berakhir bahagia.

  10. Jangan habiskan waktumu memikirkan seseorang yang bahkan sedetikpun tak pernah memikirkanmu.

  11. Jangan habiskan waktumu memimpikan sesuatu yang tak mungkin terjadi ketika kamu bisa bangun dan membuat sesuatu terjadi.

  12. Jangan hanya karena engkau merasa kaya raya lalu bisa membeli sebuah kebahagiaan dan cinta yang suci. Kebahagiaan dan Cinta tidak serta merta anda dapatkan dengan kekayaan, melainkan dengan perasaan yang tulus dan menerima takdir Ilahi dengan kerelaan hati

  13. Jangan membenci dirimu jika kenyataan tak seperti yang kamu inginkan. Nikmati apa adanya dirimu. Banggalah pada dirimu sendiri.

  14. Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya.

  15. Jangan membuat masalah kalo tidak mau mendapat masalah

  16. Jangan memohon pada Tuhan tuk meringankan cobaan yang ada, berdoalah pada Tuhan tuk memberikanmu kekuatan tuk dapat melaluinya.

  17. Yang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah atribut orang kuat. – Mahatma Gandhi

  18. Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya. Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali.

  19. Yang menghina selalu sudah hina lebih dulu – Mario Teguh

  20. Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal di kendalikan maka kita akan menjadi pennghuni neraka. (Imam Al Ghazali)

  21. Waspadalah, kesombongan jiwa lebih lembut dari udara yang kita hirup

  22. Watak mulia dan keterampilan rendah tak akan membuat anda sukses, tapi tetap membuat anda menjadi orang yang dihargai. Watak rendah dan keterampilan tinggi membuat orang menjadi penipu. Watak mulia dan keterampilan tinggi akan mendatangkan semua kesuksesan terhadap apa pun yang anda tangani ~Chris Widener

  23. Ya Allah… Terangilah jiwa kami dengan cahayaMu, bimbinglah langkah kami dengan petunjukMu dan Jagalah kami dari siksa api neraka. Aamiin.

Semoga para pengunjung menyukai artikel kami dengan judul kata kata mutiara indah









kata kata mutiara indah

Pengenalan Kontrol Internal Perbankan (Internal Control)

Definisi Kontrol Internal (Internal Control)


Internal control kontrol internal perbankan Internal control kontrol internal perbankan


  1. Tahun 1600 – English Lexicon : Kontrol adalah salinan dari sebuah putaran (untuk akun), yang kualitas dan isinya sama dengan aslinya

  2. Tahun 1905 – L.R. Dicksee : Kontrol terdiri dari tiga elemen yaitu pembagian kerja, penggunaan catatan akuntansi dan rotasi pegawai

  3. Tahun 1930 – George E Bennet : Sistem pengecekan internal dapat didefinisikan sebagai kordinasi dari sistem akun-akun dan prosedur perkantoran yang berkaitan sehingga seorang pegawai selain mengerjakan tugasnya sendiri juga secara berkelanjutan mengecek pekerjaan pegawai yang lain untuk hal-hal tertentu yang mungkin rawan kecurangan

  4. Tahun 1949 – AICPA Commite on Auditing Procedure : Kontrol internal berisi rencana organisasi dan pengukuran-pengukuran yang diterapkan di perusahaan untuk mengamankan aktiva memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong ketaatan terhadap kebijakan menajerial yang telah ditetapkan


Filosofi Modern Kontrol Internal (Internal Control)


Kontrol internal merupakan alat bantu dan bukan pembatasan ruang gerak


Filosofi tersebut memandang kontrol sebagai sarana mengintegrasikan pribadi-pribadi dan tujuan perusahaan untuk membantu karyawan dalam pencapaian sasaran. Filosofi tersebut menyebutkan agar orang-orang yang dikontrol juga membantu merencanakan kontrol. Jadi kontrol dipandang sebagai alat ukur seseorang – menentukan apakah standar telah dicapai, apakah seseorang telah menyelesaikan pekerjaannya.


internal control review and recomendation internal control review and recomendation


Strong Internal Control (Kontrol Internal Kuat) Versus Weak Internal Control (Kontrol Internal  Lemah)






Weak ControlStrong Control
Pedoman kerja tidak jelas

Petugas sering mengulang pekerjaan yang salah


Kualitas kerja rendah


Tidak disiplin


Berpotensi timbulnya fraud


Operasional menjadi tidak efektif dan efisien


Mengurangi kepuasan pelanggan


Sumberdaya tidak terorganisir


Bekerja tidak jelas


Sering timbul selisih transaksi


Saling percaya rendah


Efek : Tutup cabang/kantor lambat, pulang kerumah terlambat,


waktu untuk keluarga sedikit, bonus/insentif kurang

Semua pekerjaan berjalan sesuai prosedur

Disiplin kerja baik


Mencegah tindakan fraud


Jika terjadi kesalahan, mudah ditelusuri


Hasil pekerjaan dapat dipercaya


Kesalahan / error diminimalkan


Potensi timbulkan resiko rendah


Meminimalkan pengeluaran biaya


Mudah dikendalikan/dimanage


Terhindar dari sanksi regulator


Kepuasan pelanggan tinggi


Complaint pelanggan rendah dan dapat dimanage


Engagement pelanggan dan pegawai tinggi


Dst

Kontrol Internal Perbankan Kontrol Internal Perbankan


 


Kontrol yang dijalankan membuat manajemen mencapai beberapa tujuan dibawah ini:


  • Informasi keuangan dan operasional yang relevan dan kredibel

  • Pendayagunaan sumber dayayang ada secara maksimal demi efisiensi biaya

  • Pengamanan aktiva termasuk passiva/liabilities

  • Kepatuhan pada hukum, regulasi dan norma serta perikatan

  • Mengidentifikasi besaran-besaran risiko dan menggunakan strategi yang tepat untuk mengontrol risiko tersebut

  • Penetapan objective dan target harus sejalan dengan strategi yang ditetapkan

Tipe Kontrol Internal (Internal Control)


1. Preventive (Pencegahan)


Tugas preventif merupakan built in control atau ex-ante ata key control ada pada petugas itu sendiri dan atasannya. Sehingga pegawai dan atasannya langung berfungsi sebagai transaction control


2. Detective


Detective adalah tugas utama ex-post atau post transaction control untuk meyakinkan apakah terdapat output yang tidak diinginkan. Tugas ini sebagai non-key control


3. Corrective


Temuantemuan negatif harus segera dikoreksi dan menjadi perhatian agar kesalahan tidak terulang kembali


Internal Control Standards


Kontrol harus ada standarnya dan penerapannya tunduk pada standar tersebut.


1. Standar Umum


  • Reasonable Assurance (keyakinan yang wajar bahwa internal control akan dicapai). Jadi bukan absolute assurance atau keyakinan yang mutlak

  • Supportive Attitude (Perilaku yang mendukung)

  • Integrity and competence (kompetensi harus didukung integritas)

  • Control objective (tujuan kontrol yang yang spesifik, komprehensip dan wajar)

  • Monitoring Control (terus menerus mengawasi output

2. Standar Detil


  • Documentation (struktur dan semua transaksi harus didokumentasikan)

  • Prompt and proper recording of transaction and events

  • Authoritation and execution of transaction and events

  • Separation of duties (pemisahan tugas)

  • Supervision (pengawasan yang baik dan berkelanjutan agar tujuan tercapai)

  • Access to and accountability for resources/and records

Pembahasan mengenai internal control akan kami lanjutkan pada artikel berikutnya. Semoga dengan membaca artikel ini anda memiliki gambaran mengenai kontrol internal



Senin, 30 Juni 2014

kata mutiara indah




Kata Mutiara Indah memang dapat membuat hati terasa sejuka dan nyaman. Kata kata mutiara indah dapat membuat orang yang membacanya menjadi lebih bersabar dan bersemangat dalam mejalani kehidupan. Bantu kami dengan membagikan link blog ini di social media seperti google plus, twitter, facebook atau yang lain, agar kami bisa terus memposting artikel-artikel yang bermanfaat untuk anda.


kata mutiara indah terkenal dari napoleon hill kata mutiara indah terkenal dari napoleon hill



49 Kata Mutiara Indah Dari Seluruh Dunia


  1. Apa yang kamu butuhkan dan apa yang kamu inginkan adalah dua hal yang sangat berbeda. Bijaklah dalam memilih satu diantaranya.

  2. Apa yang kamu ucap, itu yang akan terjadi. Jika kamu berucap TIDAK BISA, maka kamu tak akan bisa, jika berucap BISA, kamu pasti bisa.

  3. Apa yang kita capai di sore hari ditentukan oleh PIKIRAN kita mulakan di pagi hari.

  4. Apapun masalahmu, Tuhan tak pernah terlambat memberi pertolonganNya. Kamu hanya butuh sedikit kesabaran. Have FAITH!

  5. Apapun yang diinginkan, targetkan lebih dari yang dikehendaki ..

  6. Apapun yang pernah kita alami bukan berarti itu pengalaman namun itu sebatas bayangan terhadap masa depan kita kelak

  7. Bahagia itu adalah mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mengkuawatirkan apa yang dipikirkan orang lain pada dirinya.

  8. Bahagia itu sederhana; mensyukuri, mencintai dan menjaga apa yang kita miliki.

  9. Bahagia itu tidak berarti segalanya sempurna. Bahagia yang sesungguhnya adalah ketika anda memutuskan untuk melihat sesuatu secara sempurna.

  10. Bahagia tak berarti kamu memiliki segalanya. Itu hanya berarti apapun yang kamu miliki, kamu tak pernah lupa tuk mensyukurinya.

  11. Barang siapa yang mencita – citakan satu kebaikan dan tidak jadi melaksanakannya, maka baginya dituliskan (pahala) kebaikan. (H.R. Muslim)

  12. Barang siapa yang tidak tahu nikmatnya waktu belajar, maka ia akan merugi sepanjang hidupnya

  13. Barangkali sebuah peluang yang menguntungkan dapat memberi seseorang sebuah kesempatan, namun rencana paling aman adalah dengan tidak menggantungkan diri pada kemujuran

  14. Cantik itu pilihan. Cantik adalah bagaimana kita menghargai dan mensyukuri tubuh yang telah Tuhan berikan kepada kita.

  15. Cantik rupawan dengan hati yang kotor membuatnya bernilai rendah, yang hanya dicari oleh orang-orang yang rendah.

  16. Cinta adalah kondisi dimana kebahagiaan orang lain adalah hal yang penting untuk kebahagiaan kamu sendiri ;

  17. Cinta itu seperti air. Dibutuhkan semua orang, cuma-cuma, tapi banyak orang yang tidak menghargainya.

  18. Cinta itu seperti berbagi membaca buku, ia tak akan bertahan lama jika 2 hati tak berada pada halaman yang sama :)

  19. Cinta itu seperti Biologi dan Fisika penuh teori dan logika.

  20. Dalam cinta, menyerah tak selalu berarti kamu lemah. Kadang itu hanya berarti kamu cukup kuat tuk melepaskannya.

  21. Dalam hidup, akan ada seseorang yang tak peduli betapa dia menyakitimu dan kamu membencinya, dia masih saja dicintai oleh hatimu.

  22. Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

  23. Dalam kepala kaum wanita ada kekurangan, tetapi dalam hati mereka ada kelebihan

  24. Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu

  25. Hal yang paling kejam yang seseoran lakukan pada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara gak punya niat untuk mencintai nya…

  26. Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri, Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.

  27. Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.

  28. Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana.

  29. Hidup adalah SENI menikmati setiap peristiwa dalam kehidupan Anda. SETUJU?

  30. Hidup adalah untuk dinikmati, tidak untuk sekedar dijalani

  31. Ilmu bertambah dengan banyak menye-dekahkannya, dan berkurang jika anda menahannya. (Al llbari)

  32. Ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk amal dan ibadah

  33. Iman adalah percaya apa yang tidak kita lihat, dan upah dari iman adalah melihat apa yang kita yakini.

  34. Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

  35. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkanlah dirimu dengan dirimu sendiri

  36. Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.

  37. Jangan berjalan di belakang ku; Saya tidak mungkin memimpin. Jangan berjalan di depan ku; saya tidak mungkin mengikuti. Berjalanlah di samping ku dan jadilah teman ku – Albert Camus

  38. Jangan berkata, kamu pasti bahagia jika bersamaku, tapi berkatalah, Selagi nafas ada dalam diri, kebahagiaanmu adalah prioritasku.

  39. jujur pada diri sendiri, selalu ikuti apa kata hati agar kamu tak perlu menyembunyikan apapun dalam hidup ini

  40. Kabar buruknya, hidup tak akan pernah sempurna. Kabar baiknya, kamu tak perlu hidup yang sempurna untuk menikmatinya.

  41. Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. ~ Benjamin Franklin

  42. Kadang apa yang tak kamu inginkan adalah hal yang terbaik bagimu. Tuhan memiliki perspektif terbaik, Percayalah!

  43. Kadang butuh kesalahan tuk buatmu bijaksana, karena dari sebuah kesalahan kamu memperoleh pelajaran terbaik tentang hidup.

  44. Kamu dapat mengenal lebih banyak tentang diri seseorang itu dari adab dan pertanyaannya, bukan dari jawapan-jawapannya -Voltaire

  45. Kamu hanya hidup sekali, tapi jika kamu hidup dengan benar, sekali itu sudah sangat cukup

  46. Kamu jatuh cinta bukan karena tatapan mata, namun permintaan hati. Karena cinta dari hati, yang tak sempurna akan jadi sempurna.

  47. Kunci rahasia dari kesabaran adalah mengerjakan hal yang lain pada saat menanti

  48. Kurang semangat mengakibatkan lebih banyak kegagalan berbanding kurangnya kebijaksanaan atau kemahiran. – Flower A. Newhouse

  49. Ladies# jangan pernah meremehkan seorang pria, karena mereka adalah orang yang akan menjaga kamu seumur hidupmu.

kumpulan kata mutiara indah martin luther king jr kumpulan kata mutiara indah martin luther king jr


Tambahan Kata Kata Mutiara Indah Yang Menyejukan Hati


kata kata mutiara indah bob marley kata kata mutiara indah bob marley


  1. Lebih mudah memaafkan sakit yang diberi oleh dia yang tak menyukaimu, daripada memaafkan luka yang diberi oleh dia yang mencintaimu.

  2. Lebih mudah senyum dan bertindak semuanya baik saja ketimbang menjadi berantakan dan menangis, lalu banyak org menanyakan mengapa. #zedquotes

  3. Lelah? menyerah? Padahal kesuksesan sudah di depan mata

  4. Melalui bantuan para ahli pikirnya, Henry Ford menguasai semua pengetahuan khusus yang diperlukan untuk memungkinkannya menjadi salah seorang paling kaya di Amerika. Tidak penting baginya untuk memiliki pengetahuan dalam pikirannya sendiri

  5. Melihat ke atas sebagai motivasi bukan untuk jadi rendah diri, dan melihat ke bawah agar lebih bersyukur bukan untuk menjadi sombong

  6. Meliki banyak mimpi, dan berusaha agar mimpi menjadi nyata. Jangan hanya memjadi pemimpi, tapi jadilah pribadi yang penuh aksi.

  7. Memaafkan adalah ciri dari kerendahan hati. Dalam kerendahan hati, terdapat kebesaran jiwa dan keberserahan.

  8. Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. – Marcus Aurelius

  9. Nilai sebuah kesuksesan: dedikasi, kerja keras, serta pengabdian pada hal-hal yang ingin kau capai.

  10. Nyawa manusia itu ada batasnya. Batasan itulah yang bisa membuat seseeorang berjuang dalam hidupnya. Ttp smangat sahabatku..:

  11. Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritainya.

  12. Orang cerdik yang mengenal dunia, terungkap baginya musuh yang berbaju kawan.

  13. Orang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka berimu bahagia dan kecewa. Ada yang sesaat, tapi ada yang selamanya, SAHABATMU.

  14. Orang kuat menyadari betul kelemahannya, orang lemah tidak pernah menyadari kelebihannya.

  15. Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain

 


kata mutiara indah john f kennedy kata mutiara indah john f kennedy


Dari 64 kata kata mutiara indah yang kami posting saat ini semoga beberapa dapat anda sukai. Kami tidak bosan untuk meminta bantuan pengunjung untuk menshare link website kami di social network, sehingga kami dapat terus berbagi kata mutiara indah


 









kata mutiara indah

Jumat, 27 Juni 2014

Model Untuk Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) Yang Efektif

Untuk saat ini kami berharap gambaran Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) harus telah lebih jelas karena kami berharap anda sudah membaca artikel sebelumnya yaitu Alasan Perlunya Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) dan  Membuat Kondisi Agar Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) Sukses. Mari sekarang kita pelajari secara lebih detil bagaimana mengadakan diskusi Penilaian Kinerja (Performance Appraisal)  yang efektif dengan bawahan anda.


Model Untuk Penilaian Kinerja Yang Efektif 1024x682 model untuk penilaian kinerja yang efektif



Model Untuk Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) Yang Efektif


Dibawah ini langkah-langkah yang sudah terbukti yang dapat anda ambil untuk mendapatkan pengalaman yang lebih positif, bagi anda dan bawahan anda pada proses Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) .


1. Rencanakan Pertemuan Penilaian Kinerja (Performance Appraisal)


  1. Review kriteria untuk penilaian. Ini adalah goals and performance standar (dan prioritasnya) yang telah sama-sama disetujui pada permulaan tahun. Ini dapat juga memuat deskripsi pekerjaan dan tugas-tugas khusus yang diberikan sepanjang tahun bersangkutan.

  2. Jadwalkan pertemuan. Informasikan pada bawahan mengenai Penilaian Kinerja (Performance Appraisal)  yang akan datang dan menetapkan waktu dan tanggal yang paling baik.

  3. Minta bawahan untuk mempersiapkan diri. Minta bawahan mereview sebelumnya tujuan dan standar yang telah ditetapkan, menambahkan tujuan baru yang mungkin timbul sepanjang tahun bersangkutan, mereview prioritas tujuan, dan bila perlu, minta mereka menilai kinerja mereka sendiri terhadap tiap tujuan.

  4. Lakukan penilaian tertulis. Nilai kinerja bawahan berdasarkan apakah tujuan-tujuan dilampaui, dicapai atau tidak tercapai, dan mengapa. Buat ringkasan tentang apa yang telah dicapai, kekuatan, bidang-bidang pengembangan, rencana-rencana untuk pengembangan dan aspirasi karir.

  5. Minta masukan dari atasan anda tentang penilaian tersebut. Pastikan bahwa anda dan atasan anda setuju tentang penilaian itu sebelum anda bertemu dengan bawahan anda untuk diskusi Penilaian Kinerja (Performance Appraisal).

  6. Persiapkan pendekatan yang efektif untuk diskusi tersebut. Pergunakan pendekatan yang dapat menimbulkan dialog agar karyawan dapat ikut terlibat sehingga merasa hasil diskusi Penilaian Kinerja (Performance Appraisal)  adalah milik mereka. Ini juga membantu menghasilkan diskusi yang produktif untuk mengantisipasi reaksi bawahan terhadap feedback anda dan agar anda dapat menyiapkan jawaban anda. Namun bila selama ini anda telah melakukan coaching dengan baik, biasanya tidak ada reaksi terhadap feedback anda saat ini. Akhirnya, berikan waktu yang cukup untuk membicarakan semua bidang secara keseluruhan.

2. Memulai Diskusi Penilaian Kinerja (Performance Appraisal)


  1. Sambut bawahan anda dengan suasana yang santai. Salah satu cara yang dapat anda lakukan untuk ini adalah memulai dengan obrolan kecil yang santai.

  2. Katakan tujuan dan proses dari pertemuan tersebut. Tujuannya tentu saja untuk mereview kinerja yang telah lalu dan mendiskusikan cara untuk memperbaiki kinerja tersebut. Proses pertemuan, atau bagaimana penilaian ini akan dilakukan adalah komunikasi 2 arah.

  3. Review tujuan dan standar yang telah ditetapkan bersama dan tugas khusus yang diberikan selama tahun tersebut.

3. Menekankan Pada Pencapaian Dan Kekuatan.


  1. Gambarkan kinerja yang menonjol dengan istilah yang khusus. Ini berpengaruh paa komunikasi dengan bawahan anda bahwa anda perduli dengan kinerjanya dalam usaha anda untuk mengetahui secara persis apa yang telah dia kerjakan dengan baik.

  2. Tunjukan bagaimana kinerja bawahan anda tersebut mempengaruhi anda, karyawan lain diperusahaan dan nasabah. Ini membuat bawahan anda dapat lebih menghargai bagaimana kinerjanya telah menyumbang kepada “organisasi yang lebih besar”. Ini akan menimbulkan perasaan bahwa dirinya penting.

  3. Dorong bawahan anda untuk berbagi dengan anda tentang bagaimana kinerja seperti itu dapat  dicapai dan apa yang memotivasinya. Membuat bawahan anda berpikir dengan cara ini dapat membuatnya lebih menyadari apa yang telah dia lakukan dengan baik dan lebih memungkinkan dia akan mengulanginya lagi. Ini juga memungkinkan anda memahami pa yang anda atau organisasi telah lakukan untuk memotivasi  contoh kinerja seperti itu dan untukmencontoh perilaku seperti itu.

  4. Berikan apresiasi/penghargaan yang tulus. Apresiasi adalah reward sederhana yang dapat berpengaruh besar. Bila reward dapat membentuk perilaku, sehingga dengan melakukannya dapat berpengaruh untuk memotivasi bawahan anda untuk mengulang kinerja baik yang telah dia lakukan.

4. Tunjukan Bidang-Bidang Yang Harus Diperbaiki


  1. Mendorong bawahan anda untuk mendiskusikan bidang-bidang yang harus diperbaiki. Setelah anda mendiskusikan pencapaian dan kekuatan bawahan anda terlebih dahulu, secara psikologis dia akan siap dan terbuka untuk menerima diskusi yang santai tentang bidang-bidang yang harus dia perbaiki. Memulai diskusi tentang ini dengan bawahan anda, akan lebih mudah bagi anda untuk menunjukan hasil observasi anda sendiri tentang hal-hal yang dapat diperbaiki kalau-kalau dia tidak mengemukakannya.

  2. Tunjukan, Dengan Cara Yang Baik, Masalah Lain yang anda temukan dan mengapa hal itu penting bagi anda. Seperti disebutkan sebelumnya, bila bawahan anda tidak menyadari beberapa permasalahan, pada kesempatan ini lebih mudah bagi anda untuk menunjukan kepadanya. Pada saat anda melakukannya, pastikan anda melakukannya dengan cara yang baik, tidak membuatnya merasa malu. Mengatakan mengapa anda merasa bahwa masalah tersebut penting untuk diperbaiki (dimana tujuaannya adalah agar dia lebih berhasil dalam mencapai tujuan-tujuannya), akan menunjukan bahwa ini adalah diskusi secara profesional bukan “menyindir secara tajam”.

  3. Minta, dan dengarkan dengan terbuka, alasan-alasan untuk masalah tersebut. Masalah dapat diselesaikan dengan lebih efektif bila alasan-alasan mengapa terjadi masalah tersebut dikemukakan secara terbuka. Bila bawahan anda yakin bahwa anda dengan tulus perduli terhadap kesuksesannya, akan lebih mudah menggali penyebab-penyebab masalah tersebut.

  4. Secara bersama setuju dengan masalah yang dikemukakan. Penting bagi bawahan anda untuk setuju dengan anda tentang apa masalah yang sebenarnya. Masalah yang dinyatakan dengan benar adalah masalah yang mudah penyelesaiannya. Dengan melakukan ini juga menimbulkan perasaan dapat menerima masalah tersebut (masalah ini memang miliknya). Masalah yang sudah dapat diterima akan lebih mudah penyelesaiannya.

5. Rencana Untuk Perbaikan.


  1. Bekerja bersama untuk menetapkan kemungkinan solusi terhadap masalah. Sebagai atasan, bagaimana menyelesaikan masalah mungkin mudah bagi anda. Usahakan untuk menghindari mendiktekan solusinya kepada bawahan anda. Bekerja bersama untuk merumuskan solusinya sehingga mereka bisa lebih menerimanya, dan kemungkinan untuk diselesaikanpun lebih besar.

  2. Minta bawahan anda memilih slusi yang terbaik. Sekali lagi, tujuan utamanya adalah merasa memiliki untuk menyelesaikan masalah. .

  3. Minta bawahan anda merumuskan rencana untuk menerapkan solusinya dan memonitor kemajuannya. Dengan melakukan ini akan meningkatkan kemungkinan untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut.

6. Bahas Rencana Karir Jangka Pendek


Model Untuk Penilaian Kinerja Performance Appraisal Yang Efektif Model Untuk Penilaian Kinerja (Performance Appraisal) Yang Efektif


  1. Mendorong bawahan anda untuk mendiskusikan seberapa puas dia dengan pekerjaanya saat ini. Beberapa orang cukup puas dengan pekerjaanyang sama untuk periode waktu yang lama. Beberapa yang lain lebih suka bisa mengerjakan berbagai jenis pekerjaan dengan waktu yang sesingkat mungkin. Cari tahu seberapa siap bawahan anda melakukan perubahan demi karirnya.

  2. Menunjukan pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas baru yang mampu dia kerjakan dalam 1 – 3 tahun mendatang. Mengapa 1 – 3 tahun? Mengapa menggunakan orientasi sangat pendek? Alasannya adalah : kemungkinan anda masih dibagian tersebut dalam periode waktu tersebut dan perubahan organisatoris yang besar tidak mungkin terjadi dalam kerangka waktu sependek itu. Oleh sebab itu, anda mungkin lebih berpengaruh dalam membantu bawahan anda tersebut dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas barunya.

  3. Mengidentifikasikan pelatihan manajemen atau teknis apa yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan di pekerjaan/tugasnya yang baru. Sejauh mungkin anda tidak akan memberika pekerjaan baru kepada bawahan anda tanpa persiapan yang cukup untuk melaksanakannya. Anda perlu menilai keahlian teknis dan/atau manajemen apa yang diperlukan bawahan anda agar dia dapat melaksanakan pekerjaan barunya tersebut dengan baik dan anda memberikan persiapan itu padanya.

  4. Jangan berjanji. Tidak seorangpun dapat menjamin masa depan. Cukup katakan bahwa anda akan berusaha keras mencocokan kebutuhan-kebutuhan bawahan anda dengan kebutuhan-kebutuhan organisasi.

7. Buat Penutupan


  1. Review apa saja yang sudah disepakati: apa yang dilakukan, kapan dan oleh siapa. Anda tidak dapat berasumsi bahwa semua yang telah didiskusikan sudah jelas. Review secara singkat akan memastikan kejelasan akan tanggung jawab dan meningkatkan kemungkinan untuk sukses.

  2. Membuat komentar tertulis tentang apa saja yang belum dapat diselesaikan. Bila bawahan anda belum menyetujui penilaian tingkat kinerjanya, minta dia menulis ketidak setujuannya pada formulir penilaian. Hal ini menunjukan keadilan dari sisi anda dan membuat bawahan anda merasa anda menghormati pandangannya.

  3. Berterima kasih pada bawahan anda karena telah bekerjasama dan yakinkan padanya akan dukungan anda. Anda menonjolkan usaha bersama yang harus terus searah pada segala usaha untuk mengembangkan bawahan anda dan membantu mereka melaksanakan tugasnya di organisasi anda baik saat ini maupun dimasa depan dengan berhasil.

Dengan artikel ini kami berharap pengunjung lebih paham mengenai cara yang tepat dalam meginformasikan penilaia kinerja